KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diperuntukkan bagi warga Kota Madiun yang berulang tahun mulai dirasakan manfaatnya.
Seperti yang dialami Suparti, warga Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, yang mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas Ngegong, Rabu (12/2).
Suparti, yang berulang tahun pada 5 Februari 1963 itu, datang ke puskesmas didampingi putrinya, Jovita Astari.
Dia mengaku rutin menjalani kontrol kesehatan, hingga akhirnya mengetahui program PKG dari petugas puskesmas dan segera mendaftarkan diri.
’’Prosesnya sangat mudah, Alhamdulillah sangat terbantu dengan program ini,’’ ujar Jovita.
Untuk mengikuti layanan PKG, warga harus mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM) dan memastikan KTP beralamat di Kota Madiun.
Setelah pendaftaran, petugas puskesmas akan membantu melengkapi berkas skrining, sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan hipertensi dan jantung, pengecekan kondisi telinga dan mata, serta uji laboratorium bagi yang memiliki keluhan kesehatan tertentu.
Bagi Suparti, pemeriksaan ini sangat bermanfaat karena dia memiliki masalah penglihatan akibat komplikasi stroke yang dialaminya sejak satu tahun terakhir.
Jika keluhan matanya tidak membaik, dia akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
’’Pemeriksaannya gratis, tentu saya senang. Mudah-mudahan program ini terus berjalan dan membawa berkah,’’ ujar Suparti.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.
’’Ini salah satu kado ulang tahun dari pemerintah untuk warga Kota Madiun. Dengan program ini, masyarakat bisa lebih dini mendeteksi penyakit dan segera mendapatkan penanganan,’’ katanya.
Eddy juga memastikan bahwa layanan PKG bisa diakses oleh semua kelompok usia.
Untuk memaksimalkan layanan, enam puskesmas se-Kota Madiun telah disiapkan sebagai pusat pemeriksaan kesehatan dalam program ini.
’’Sekarang lebih praktis, satu akun di aplikasi SSM bisa mendaftarkan satu keluarga. Jadi, kalau ada anggota keluarga yang kesulitan, bisa dibantu anak atau kerabatnya,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani