Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sekolah di Kota Madiun Ini Diserbu Ulat Bulu, Banyak Siswa Sambat Gatal

Erlita H • Jumat, 14 Februari 2025 | 16:30 WIB
BIKIN GATAL: Ulat bulu membuat siswa SDN 02 Klegen Kota Madiun gatal-gatal.
BIKIN GATAL: Ulat bulu membuat siswa SDN 02 Klegen Kota Madiun gatal-gatal.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ulat bulu menyerbu SDN 02 Klegen. Keberadaan hama itu bersarang di pohon-pohon mangga di lingkungan sekolah.

Awalnya, ulat bulu hanya menghinggapi satu pohon mangga dekat gazebo sekolah, namun kemudian menyebar ke beberapa pohon lainnya.

Kepala SDN 02 Klegen, Sumarsih, mengaku telah mencari cara penanganan ulat bulu melalui internet.

Salah satu metode yang dia temukan adalah penyemprotan dengan campuran air, garam, dan detergen.

Namun, alih-alih menghilang, ulat bulu justru semakin menyebar dan menyebabkan iritasi kulit pada siswa yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat pelajaran olahraga.

’’Awalnya kami ingin menyemprot dengan larutan garam dan detergen. Tapi setelah tahu tidak efektif, kami putuskan untuk mencari cara lain,’’ ujarnya, Kamis (13/2).

Sumarsih menyebut, setiap harinya ada sekitar 10 siswa yang terdampak akibat ulat bulu tersebut.

Bahkan, dua siswa terpaksa dipulangkan lebih awal dua hari lalu.

Kemarin, satu siswa kembali mengalami gatal-gatal dan harus dipulangkan.

’’Sampai ada siswa yang melepas bajunya karena merasa semakin gatal saat mengenakan pakaian,’’ tutur perempuan 54 tahun itu.

Sebelumnya, pihak sekolah sempat meminta bantuan petugas kebersihan.

Namun, mereka juga mengalami gatal-gatal setelah menangani ulat bulu tersebut. Sumarsih pun melaporkan kejadian ini ke Pemadam Kebakaran (Damkar).

Namun, karena bukan dalam lingkup tugas mereka, laporan kemudian dialihkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun.

Tim BPBD Kota Madiun yang berkolaborasi dengan Tagana dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) segera turun tangan.

Mereka melakukan penyemprotan insektisida serta memangkas ranting-ranting pohon yang menjadi sarang ulat bulu.

’’Silakan kalau perlu ditebang pohonnya atau dipangkas rantingnya. Yang penting ulat bulu ini bisa teratasi karena benar-benar mengganggu,’’ tambah Sumarsih.

Selama dua tahun menjabat sebagai kepala sekolah, dia mengaku baru kali ini menghadapi serangan ulat bulu dalam jumlah besar.

Dengan lingkungan sekolah yang sering digunakan anak-anak untuk bermain dan belajar, Sumarsih berharap penanganan ini bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Madiun, Hanang Kusbiyantoro, menyatakan pihaknya menerima laporan tentang serangan ulat bulu sekitar pukul 11.00.

Setelah dicek, ulat bulu memang ditemukan di lima pohon mangga.

Sebagai langkah awal, BPBD melakukan penyemprotan insektisida dan akan memantau kondisi dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Jika ulat bulu masih muncul, penyemprotan ulang akan dilakukan.

’’Kami akan pantau siklusnya. Jika masih ada pergerakan ulat, maka akan dilakukan penyemprotan kembali,’’ terang Hanang.

Menurutnya, munculnya ulat bulu ini dipengaruhi oleh pergantian musim.

Beberapa ulat yang ditemukan sudah dalam tahap kepompong akan segera berubah menjadi kupu-kupu.

Selama dua bulan terakhir, BPBD menerima banyak laporan serangan ulat bulu di rumah-rumah warga, tetapi ini merupakan kasus pertama yang terjadi di sekolah.

’’Kami bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk penyediaan insektisida guna menangani masalah ini,’’ pungkasnya. (err/her)

Cara Mengatasi Kulit yang Terkena Ulat Bulu

Cabut bulu dari kulit

Gunakan selotip atau plester yang ditempelkan di kulit untuk mencabut bulu ulat.

Bersihkan dengan air dan sabun

Segera cuci area kulit yang terkena ulat bulu dengan air dan sabun

Jangan gunakan air panas

Jangan digaruk

Menggaruk bisa menyebabkan risiko infeksi pada kulit

Gunakan kompres air dingin untuk meredakan rasa gatal

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #sekolah #klegen #ulat bulu #SDN 02