KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dua pekan menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mulai merangkak naik.
Pemkot Madiun pun bersiap menghadapi lonjakan tersebut dengan berbagai strategi guna menekan inflasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Madiun Danang Novianto.
Dia menyebutkan bahwa komoditas utama yang berpotensi mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai, dan beras.
’’Ini harus diantisipasi agar tidak berdampak besar saat Ramadan,’’ ujarnya, kemarin (18/2).
Menurut Danang, pasokan daging ayam ras masih terkendali.
Pasalnya, produksi dari peternak di wilayah sekitar mulai meningkat.
Namun, berbeda dengan bawang merah yang mengalami penurunan produksi akibat serangan penyakit.
’’Kami akan berkoordinasi dengan daerah penghasil bawang merah seperti Nganjuk untuk memastikan stok tetap tersedia,’’ tambahnya.
Ia juga menjelaskan fluktuasi harga beberapa komoditas lain.
Lonjakan harga juga mengancam komoditas cabai, yang kualitasnya menurun akibat curah hujan tinggi di daerah sentra produksi.
Beras pun berpotensi naik karena Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram.
Ditambah lagi, pasokan beras pada Januari lalu terbatas akibat masa tanam yang sedikit.
Untuk mengatasi potensi lonjakan harga, pihaknya akan mengambil sejumlah langkah strategis.
Seperti menggandeng daerah penghasil bahan pokok dan menggelar operasi pasar murah di awal Ramadan.
Pemkot juga menggerakkan Warung Tekan Inflasi (Wartek) dan Toko Acuan Inflasi (Token) di Pasar Sleko.
Selain itu, pemkota juga akan membuat neraca pangan dan analisis rantai pasok, serta mengintensifkan pengawasan di pasar.
’’Kami akan rutin melakukan sidak pasar untuk memastikan harga tetap stabil dan pasokan aman,’’ tegasnya.
Danang juga mengimbau masyarakat agar berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan panic buying.
’’Belilah bahan pokok sesuai kebutuhan agar harga tetap terkendali dan inflasi bisa ditekan,’’ pungkasnya. (err/her)
Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Kota Madiun
Beras
Januari: Rp 12.800/kg
Februari: Rp 12.800/kg
Gula
Januari: Rp 16.600/kg
Februari: Rp 17.300/kg
Minyak goreng
Januari: Rp 18.000/kg
Februari: Rp 18.500/kg
Daging ayam ras
Januari: Rp 35.000/kg
Februari: Rp 32.500/kg
Telur ayam ras
Januari: Rp 29.000/kg
Februari: Rp 26.300/kg
Cabai merah keriting
Januari: Rp 51.600/kg
Februari: Rp 41.000/kg
Cabai merah besar
Januari: Rp 54.300/kg
Februari: Rp 45.300/kg
Cabai rawit merah
Januari: Rp 70.000/kg
Februari: Rp 58.500/kg
Bawang merah
Januari: Rp 37.000/kg
Februari: Rp 30.000/kg
Bawang putih
Januari: Rp 38.000/kg
Februari: Rp 37.000/kg
Sumber: Siskaperbapo
Editor : Mizan Ahsani