KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Gym. Satu dari sekian banyak olahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Wartawan Jawa Pos Radar Madiun Erlita Herminingsih mengulik beragam informasi seputar gym. Dua personal trainer jadi narasumber. Kasanul Arifin (Fitnes Plus Madiun) dan Valentino Putra (Heroes Gym). Pengalaman Reinier Asa sebagai pemula turut ditelusuri.
----
Gym bukan sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian gaya hidup sehat. Namun, banyak pemula yang masih bingung harus mulai dari mana. Yang perlu digarisbawahi adalah pentingnya pemanasan sebelum latihan beban.
Pemanasan ideal dilakukan selama 10-15 menit. Alat kardio seperti treadmill, cross trainer, atau stepper, bisa dipakai. Khusus treadmill, harap dimulai dari kecepatan paling ringan lalu meningkat bertahap sesuai kemampuan. Tujuannya untuk mempersiapkan otot dan sendi agar lebih fleksibel. Pun, mengurangi risiko cedera saat latihan utama.
Ciri pemanasan yang cukup adalah ketika napas mulai terasa sedikit ngos-ngosan. Setelah itu, latihan beban bisa dimulai sesuai kebutuhan. Seperti latihan kaki, punggung, dan dada. Pakaian olahraga yang nyaman dan mampu menyerap keringat juga membantu meningkatkan performa latihan.
Teknik gym yang benar lebih penting daripada sekadar mengangkat beban berat. Termasuk pernapasan. Oleh karena itu, pemula sebaiknya memulai dengan berat badan sendiri atau beban ringan. Ini membantu meningkatkan stamina dan mengurangi risiko cedera.
Tidak ada perbedaan mendasar antara teknik latihan gym untuk pria dan wanita. Yang membedakan hanyalah stamina dan tujuan latihan masing-masing individu.
Salah satu tantangan bagi pemula adalah rasa sakit otot alias doms setelah latihan pertama. Nyeri ini sering kali membuat pemula enggan melanjutkan gym. Namun, kondisi itu dinilai wajar dan bisa dikurangi dengan memulai latihan secara bertahap. Yang terpenting, konsistensi. Lama-lama tubuh akan beradaptasi. Adaptasi tubuh terhadap latihan biasanya memakan waktu sekitar dua minggu.
Selain membentuk otot, gym juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Terutama di era modern dengan pola makan tinggi gula. Jika tidak diimbangi dengan olahraga, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes. Olahraga rutin membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, juga membuat tubuh lebih segar dan bugar.
Kini, banyak orang belajar latihan dari media sosial, tetapi tidak memahami teknik yang benar. Melihat teknik latihan di media sosial memang bisa menjadi referensi. Tapi, praktiknya di lapangan bisa sangat berbeda. Dengan trainer, latihan jadi lebih terarah dan aman. Gerakan juga kian tepat sasaran dan mengurangi risiko cedera.
Dengan teknik yang benar, konsistensi, dan bimbingan yang tepat, gym bukan hanya tentang membentuk tubuh. Melainkan, juga sebagai investasi kesehatan jangka panjang. ***(den)
Editor : Hengky Ristanto