Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

UNIPMA Kukuhkan Prof Hanif sebagai Guru Besar Kedua, Kualitas Pendidikan Terus Meningkat

Mizan Ahsani • Senin, 24 Februari 2025 | 16:10 WIB
Prof Dr Drs Muhammad Hanif MM MPd, ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosio-Kultural pada Sekolah Pascasarjana UNIPMA
Prof Dr Drs Muhammad Hanif MM MPd, ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosio-Kultural pada Sekolah Pascasarjana UNIPMA

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali mencetak sejarah dengan mengukuhkan Prof Dr Drs Muhammad Hanif MM MPd, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosio-Kultural pada Sekolah Pascasarjana UNIPMA.

Prof Hanif dikukuhkan langsung oleh Ketua Senat Akademik Prof Dr Parji MPd yang berlangsung di Graha Cendekia, Kamis (22/2).

Dengan pencapaian ini, Prof Hanif menjadi guru besar kedua di UNIPMA, setelah sebelumnya Prof Parji dikukuhkan sebagai guru besar pertama pada 2021.

’’Jabatan akademik guru besar bagi saya bukan sekadar penghormatan, tapi juga tanggung jawab keilmuan sebagai dosen,’’ ujar Hanif dalam sambutannya.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof Hanif mengangkat tema “Pembudayaan Moderasi Beragama dalam Kehidupan Masyarakat Kampung Buddha Sodong Gelangkulon Sampung Ponorogo”.

Menurutnya, penelitian ini relevan dengan keberagaman Indonesia serta berpotensi besar dalam pengembangan teori dan praktik masyarakat multikultural.

Melalui program Pengabdian Masyarakat (Abdimas), dia berupaya menerapkan hasil penelitiannya guna meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat.

’’Tujuan Abdimas ini bukan sekadar teori, tapi implementasi nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat,’’ ungkapnya.

Meraih gelar profesor bukan hal mudah bagi pria 57 tahun ini. Selain harus fokus dalam penelitian, dirinya juga harus membagi waktu dengan keluarga.

Namun, produktivitasnya tak diragukan.

Prof Parji dan Prof Hanif, dua guru besar UNIPMA
Prof Parji dan Prof Hanif, dua guru besar UNIPMA

Saat ini, dia telah menghasilkan 11 artikel di jurnal internasional, 8 artikel di prosiding seminar internasional, serta 61 karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional.

Tak hanya itu, dirinya juga menulis 11 buku dan memiliki 12 hak kekayaan intelektual (HKI).

Salah satu karyanya yang cukup dikenal adalah lagu Mars IKIP PGRI Madiun, yang telah terdaftar di Kemenkumham sejak 2016.

Prof Hanif menyelesaikan S1 Pendidikan Sejarah di Universitas Udayana, Bali, lalu melanjutkan S2 Manajemen di Universitas Satya Gama, Jakarta.

Tak berhenti di situ, ia kembali mengambil S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Universitas PGRI Yogyakarta, sebelum akhirnya menuntaskan S3 Ilmu Sosial di Universitas Merdeka Malang.

Rektor UNIPMA, Dr H Supri Wahyudi Utomo MPd, menyebut saat ini UNIPMA telah memiliki dua guru besar.

Ke depan, pihaknya menargetkan tiga guru besar lagi bisa dikukuhkan pada 2025.

’’Ketiganya sudah siap secara persyaratan, hanya tinggal menunggu prosedur pengusulan,’’ ujar Supri.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa kehadiran guru besar akan semakin memperkuat kualitas SDM di UNIPMA.

’’Guru besar adalah capaian akademik tertinggi. Harapannya, mereka bisa berkolaborasi dengan dosen lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menularkan ilmu kepada sesama,’’ pungkasnya. (afi/*)

Editor : Mizan Ahsani
#unipma #Universitas PGRI #guru besar #madiun