KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Ketersediaan bahan pangan atau sembako di pasar menjadi perhatian pemerintah mendekati Ramadan. Mengingat permintaannya akan meningkat seiring memasuki bulan puasa.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bakal melakukan intervensi pasar untuk mengendalikan harga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan selama Ramadan.
’’Perintah Presiden (Prabowo Subianto, Red) jelas. Pada saat Ramadan dan Lebaran, kami akan laksanakan operasi pasar. Jadi, kami akan mengintervensi pasar untuk bahan sembako,’’ kata Sudaryono di sela-sela agendanya bertemu dengan para kelompok tani di Pasar Sleko Madiun, Selasa malam (25/2).
Ada beberapa bahan pokok penting yang diintervensi harga dan ketersediaannya di pasar. Di antaranya, beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan daging. ’’Intervensi akan dilakukan dengan menggunakan cabang-cabang kantor pos di seluruh Indonesia,’’ ungkap Sudaryono.
Total ada 4.500 cabang kantor pos yang siap menggelar operasi pasar sebagai bagian dari intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga dan stok bahan pokok saat Ramadan.
’’Per hari ini sudah ada 150-an yang sudah buka (operasi pasar) di seluruh Indonesia. Besok (hari ini, Red) seharusnya saya tinjau di Ngawi ada operasi pasar di sana,’’ katanya.
Namun demikian, agenda tersebut sepertinya batal karena Sudaryono harus kembali ke Jakarta karena mendapatkan panggilan dari Presiden Prabowo. Meski begitu, dia berharap pada saat Ramadan nanti seluruh harga bahan pokok bisa terkendali, bahkan lebih murah dari biasanya.
’’Seperti daging beku misalnya. Kami jual di situ (operasi pasar) seharga Rp 75.000 per kilogram daging kerbau beku. Kemudian, minyak goreng Rp 14.700. Jadi, lebih murah semuanya,’’ ujarnya.
Sudaryono pun mempersilakan masyarakat untuk menyambangi operasi pasar di cabang-cabang kantor pos tersebut. Termasuk di Kota Madiun apabila memang sudah siap untuk menggelar operasi pasar Ramadan.
’’Tapi, setelah beli di situ kalau bisa tidak boleh dijual lagi. Jadi, hanya boleh dibeli untuk dikonsumsi. Dan, setiap pembelian ada pembatasannya,’’ terang politisi Gerindra itu.
Dia mengungkapkan, program intervensi pasar ini sudah dimulai seminggu lalu. Sehingga, diyakini mampu mengendalikan kenaikan harga-harga bahan pokok yang biasanya merangkak naik ketika memasuki puasa maupun Lebaran.
’’Insya Allah nanti begitu memasuki awal puasa sampai dengan Lebaran, seluruh cabang kantor pos di Indonesia mampu menyelenggarakan operasi pasar,’’ jelas Sudaryono. (her)
Editor : Hengky Ristanto