KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tekanan inflasi pangan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Mengingat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga ketika memasuki momen puasa dan Lebaran.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menegaskan daya beli masyarakat lebih tepat dilihat dari pergerakan harga komoditas inti (core inflation).
Menjelang Ramadan, beberapa komoditas memang diprediksi mengalami kenaikan harga. Meskipun hingga kini belum dapat dipastikan komoditas mana saja yang akan terdampak.
’’Kami tidak bisa memprediksi secara pasti, tetapi yang jelas, pemerintah harus menjaga ketersediaan stok, terutama untuk komoditas yang masuk kategori volatile food karena harganya sering bergejolak akibat faktor musiman,’’ ujar Aziz, Kamis (27/2).
Komoditas volatile food, seperti hasil hortikultura dan bahan pangan pokok, cenderung mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan.
Apalagi, Ramadan dan Lebaran tahun ini berlangsung dari awal Maret hingga awal April.
Aziz berharap kondisi cuaca dan iklim membaik agar harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Dia juga menjelaskan bahwa kebijakan diskon tarif listrik yang berlaku pada Januari dan Februari berpotensi mempengaruhi inflasi di bulan berikutnya.
’’Diskon tarif listrik berlaku pada Januari dan Februari. Februari ini masih bisa mengalami penurunan inflasi. Namun, pada Maret dan April, ada kemungkinan harga kembali normal setelah relaksasi berakhir,’’ terangnya.
Aziz menyebut ada dua jenis sistem pembayaran listrik, yakni prabayar dan pascabayar. Pada Februari, pelanggan pascabayar masih menikmati diskon untuk pemakaian Januari.
Namun, pada Maret, pelanggan prabayar harus membayar tarif normal setelah diskon 50 persen berakhir, yang berpotensi mendorong kenaikan inflasi.
’’Bulan Maret nanti, pelanggan pascabayar akan menikmati tarif diskon untuk pemakaian Februari. Sementara itu, pelanggan prabayar akan membayar dengan tarif normal setelah diskon berakhir, yang kemungkinan besar akan berdampak pada inflasi,’’ ungkapnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani