KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peluang lolos seleksi Porprov Jatim 2025 dilirik Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kota Madiun.
Sebagai cabang olahraga (cabor) baru yang terbentuk empat bulan lalu, FTI tidak ingin memasang target tinggi.
Namun, mereka optimistis bisa membawa pulang medali.
’’Kami baru berdiri sejak November 2024, jadi fokusnya bukan target besar. Namun, tetap kami usahakan bisa meraih medali,’’ terang Ketua FTI Kota Madiun, Anggie Hilda Wihandono, Kamis (27/2).
Saat ini, latihan rutin dilakukan setiap Selasa dan Jumat.
Hari Selasa atlet bersepeda sejauh 20–30 km sebelum dilanjutkan dengan latihan renang.
Hari Jumat, mereka menjalani latihan lari 6–7 kilometer (km) sebelum kembali berlatih renang di D'Noor.
Triathlon sendiri merupakan olahraga yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari. Ada juga duathlon (lari dan sepeda) serta aquathlon (renang dan lari).
Karena Porprov Jatim 2025 akan menggelar lomba di bendungan, Anggie menekankan pentingnya penguatan mental bagi para atlet.
’’Harapan kami, uji limit ini bisa jadi modal bagi atlet agar terbiasa menghadapi kondisi perairan terbuka, mengingat Kejurda berlangsung di laut dan Porprov di bendungan,’’ ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 15 atlet triathlon mengikuti uji limit di Embung Pilangbango, kemarin.
Anggie mengatakan bahwa uji limit ini bertujuan untuk mengukur kesiapan atlet yang akan mewakili Kota Madiun di ajang Kejurda dan Porprov Jatim.
’’Ini uji limit kedua. Kami ingin melihat porsi latihan, manajemen waktu, dan power atlet. Dari hasil ini, ada sekitar 6–7 atlet yang siap untuk Kejurda dan bisa menjadi acuan seleksi Porprov,’’ katanya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani