KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Maidi akhirnya menginjakkan kaki di Kota Madiun sejak dilantik sebagai wali kota.
Ya, seusai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari lalu, Maidi belum sempat kembali ke Kota Madiun.
Dia bablas ke Jogjakarta untuk menghadiri acara perpisahan dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto.
Setelah itu dilanjutkan mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama hampir seminggu.
Karena itu, sepulang mengikuti retret, kedatangan Maidi langsung disambut masyarakat.
Dia dijemput dari Exit Tol Dumpil untuk dikirab menuju ke kediamannya di Jalan Merpati.
Maidi bersama dengan wawali F Bagus Panuntun (BP) juga sempat mampir ke Masjid Baitul Hakim untuk melakukan sujud syukur.
Sesuai rencana, keduanya sempat dijadwalkan mengikuti megengan di kawasan Pahlawan Street Center (PSC).
Namun, acara tersebut sedianya batal karena faktor cuaca.
Kepada awak media, Maidi mengaku sudah siap untuk memimpin kembali Kota Madiun di masa periode keduanya.
Dirinya juga bakal mengamalkan ilmu yang didapatnya selama mengikuti retret di Magelang.
’’Satu pekan menjalani retret, banyak ilmu yang kami dapatkan. Presiden dan para menteri memberikan arahan langsung kepada kami,’’ ujarnya.
Maidi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kepala daerah memahami tata kelola negara serta mampu bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Utamanya dalam hal pembangunan sumber daya manusia (SDM), pengentasan kemiskinan, dan penanganan pengangguran.
’’Retret ini seperti kuliah empat bulan dalam satu pekan. Diharapkan kepala daerah bisa menjalankan kebijakan dengan benar,’’ kata mantan Sekda Kota Madiun itu.
Menurut Maidi, Asta Cita –delapan misi utama Presiden– sejalan dengan program Asta Karya yang dijalankan Pemkot Madiun.
’’Asta Cita dan Asta Karya (program MADIUN) saling melengkapi. Insya Allah, Pemkot Madiun akan tancap gas menyelesaikan arahan presiden,’’ tegasnya.
Maidi menilai kebijakan nasional yang dipaparkan presiden memiliki dampak besar bagi masa depan Indonesia, khususnya dalam menyelamatkan generasi mendatang.
’’Kebijakan ini sangat baik. Saya sampai trenyuh. Benar-benar demi bangsa ini,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani