Jawa Pos Radar Madiun – Perusahaan pelat merah coba melebarkan sayap. Seperti yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Sari Kota Madiun.
Perumdam mulai berbisnis air minum dalam kemasan (AMDK) dan air minum isi ulang (AMIU).
‘’Alhamdulillah sudah berlisensi lengkap dan layak edar secara luas. Ini menjadi motivasi kami,’’ kata Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto, Jumat (28/2/2025).
Bagaimana pemasaran AMDK dan AMIU yang dilabeli Ngrowo AE itu? Suyoto mengaku sudah punya strategi.
Dia berencana memasarkannya lewat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Madiun. Termasuk lapak-lapak yang ada di kelurahan.
‘’Kami sudah menjajaki kerja sama. Kami berharap masyarakat mendukung produk lokal Kota Madiun,’’ ungkapnya.
Sutoyo mengklaim bahwa produk itu telah mengantongi lisensi standar nasional Indonesia (SNI), balai besar pengawas obat dan makanan (BPOM), serta badan penyelenggara jaminan produk halal (BPJPH).
Dia memastikan AMDK maupun AMIU aman dikonsumsi. ‘’Hasil uji laboratorium bagus. Bahkan, hampir sama seperti merek-merek AMDK terkenal,’’ klaimnya.
Dia menuturkan, bahan baku produk diambil dari air tanah sedalam 125 meter. Kadar total dissolved solid (TDS) berada di angka 190 miligram per liter (mg/L). Artinya, masuk dalam kategori baik untuk diminum.
''Dijamin terbebas dari bakteri E. coli dan zat berbahaya lainnya karena diproses melalui metode RO (Reverse Osmosis),'' ujarnya.
Suyoto berharap produk AMDK dan AMIU Ngrowo AE menjadi jawaban atas upaya Pemkot Madiun dalam memenuhi kebutuhan air minum di Kota Madiun.
Selain teruji klinis, harga relatif miring ketimbang produk lain. Baik AMDK kemasan 330 mililiter dan 600 mililiter maupun AMIU 19 liter.
‘’Pastinya relatif lebih terjangkau. Tapi, kualitasnya tak kalah bagus dan bisa bersaing,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto