KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Satu per satu program 100 hari kerja ditunaikan Maidi.
Selasa (4/3), Wali Kota Madiun itu turun langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan bantuan.
Mulai dari menyambangi sejumlah lansia, melakukan monitoring rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembuatan jamban bagi warga kurang mampu.
Maidi menegaskan, program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Khususnya mereka yang merawat anggota keluarganya yang sakit atau lansia.
Pemerintah hadir dengan bantuan makanan harian, bantuan tunai, serta dukungan fasilitas agar kesejahteraan mereka lebih terjamin.
’’Jangan sampai keluarga yang merawat merasa berat. Jika terbebani, pelayanan kepada yang sakit juga tidak maksimal. Yang sakit semakin nelangsa,’’ ujar Maidi, Selasa (4/3).
Maidi juga mengecek kondisi rumah warga yang tidak memiliki jamban di Jalan Wonoasri, Kanigoro, serta RTLH milik Suryani di Jalan Sridara yang kondisinya hampir roboh.
Pemkot Madiun bergerak cepat untuk segera membangun jamban dan memperbaiki rumah-rumah tersebut.
’’Semua kondisi ini saya cek satu per satu. Begitu ada masalah, langsung kita tindak lanjuti dan selesaikan,’’ tegas mantan sekda itu.
Pemkot Madiun menargetkan 100 RTLH dan 60 jamban akan diperbaiki pada tahun ini.
Setiap rumah akan mendapat bantuan Rp 15 juta untuk renovasi. Sedangkan setiap jamban mendapatkan anggaran Rp 7,5 juta.
Maidi berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Khususnya, memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak, akses sanitasi yang memadai, serta lingkungan yang lebih nyaman.
’’Kota Madiun harus menjadi tempat yang nyaman bagi warganya dan menarik bagi pendatang,’’ terangnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani