Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jor-joran Tekan Harga Sembako, Pemkot Madiun Gelar Gerakan Pangan Murah

Erlita H • Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:15 WIB
BERJUBEL: Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kanigoro, kemarin (7/3). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
BERJUBEL: Wali Kota Madiun Maidi saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kanigoro, kemarin (7/3). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

KARTOHARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan harga bahan pokok di Kota Madiun menjelang Lebaran coba ditekan. Salah satunya, dengan menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kanigoro, kemarin (7/3).

Wali Kota Madiun Maidi memastikan bahwa gerakan ini telah disiapkan dengan baik, mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat. ’’Kami subsidi harga sembako agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Jika harga pasar naik Rp 1.000 hingga Rp 2.000, kami tekan agar stabil,’’ katanya.

Dengan begitu, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Dalam gerakan ini, berbagai bahan pokok tersedia dengan harga lebih terjangkau. Di antaranya, cabai merah besar dibanderol Rp 12.000 per seperempat kilogram (kg); bawah putih Rp 16.500 per setengah kg; dan gula Rp 15.000 per kg.

Maidi menerapkan sistem antrean dan pembagian kupon untuk mencegah aksi borong sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan merata. Selain itu, dia menambahkan program Warung Tekan Inflasi (Wartek) tetap beroperasi di tujuh titik, yang akan dibuka hingga Lebaran untuk menyediakan bahan pokok dengan harga stabil.

’’Kami akan terus melengkapi kebutuhan masyarakat. Menjelang Lebaran nanti, kami juga akan mendatangkan sayuran dari luar daerah untuk menjaga stok tetap aman,’’ tambah mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Ketua Tim Kerja Distribusi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Sukemi, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran.

’’Harga bahan pokok cenderung naik saat Ramadan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi berupaya menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari,’’ jelasnya.

Menurut Sukemi, beras dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat dalam Gerakan Pangan Murah tersebut. Sementara itu, pihaknya juga membawa bawang putih dan bawang merah masing-masing 300 kg, serta cabai merah besar sebanyak 50 kg untuk memenuhi kebutuhan pasar.

’’Kami akan terus berkeliling ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memastikan bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#ramadan #gerakan pangan murah #lebaran #madiun #harga sembako