Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Deretan Bahan Pokok di Kota Madiun Mengalami Fluktuasi: Bawang Merah Naik, Cabai Rawit Turun

Erlita H • Selasa, 11 Maret 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi bahan pokok di pasar tradisional.
Ilustrasi bahan pokok di pasar tradisional.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah harga komoditas pangan di Kota Madiun menjelang Lebaran sangat fluktuatif.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang merah, sementara harga cabai rawit justru mengalami penurunan.

Hermin, salah satu pedagang bawang merah di PBM, mengungkapkan bahwa dalam seminggu terakhir harga bawang merah naik drastis dari Rp 38.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Kenaikan ini diduga akibat stok yang terbatas akibat cuaca yang tidak menentu.

’’Saya biasanya menyetok 20–30 kilogram bawang merah per hari dari Kabupaten Nganjuk, sementara yang terjual sekitar 7–8 kilogram. Untungnya, daya beli masih normal, jadi kenaikan harga ini tidak terlalu berdampak pada pembeli,’’ jelas Hermin, Senin (10/3).

Meski Ramadan sudah berjalan 10 hari, kondisi pasar masih relatif sepi.

Namun, biasanya aktivitas jual beli meningkat signifikan menjelang H-7 Lebaran. Hermin pun berharap harga bisa stabil hingga Idul Fitri.

Sementara itu, harga cabai rawit mengalami penurunan.

Seno, pedagang cabai di PBM, menyebut harga cabai rawit yang sempat menyentuh Rp 100.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 80.000.

’’Permintaan tetap stabil. Biasanya kalau mendekati Lebaran, penjualan bisa mencapai 1 kuintal per hari,’’ ujar Seno, perempuan 65 tahun yang sudah puluhan tahun berjualan cabai di PBM.

Menanggapi lonjakan harga bawang merah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi, memastikan pihaknya akan menggelar operasi pasar dalam waktu dekat.

’’Kenaikan harga bawang merah ini cukup signifikan, dari Rp 38.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram di PBM. Sementara di Pasar Sleko, harga masih bertahan di Rp 40.000 per kilogram,’’ ungkap Ansar.

Untuk menekan harga, pihaknya berencana melakukan operasi pasar pada Rabu (13/3) mendatang dengan menyubsidi Rp 5.000 per kilogram.

Sebanyak 50 kilogram bawang merah akan disuplai dari Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Selain itu, pemkot juga menggencarkan program Warung Tekan Inflasi (Wartek) di tujuh lokasi guna menjaga kestabilan harga bahan pokok.

’’Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tidak melonjak drastis. Daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh ketersediaan barang, jadi kami akan terus mengontrol harga melalui operasi pasar,’’ jelas Ansar.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun stok di rumah. Karena hal itu dapat memicu lonjakan harga.

’’Ketersediaan stok bahan pokok di Kota Madiun aman. Beras di Bulog dengan program SPHP cukup untuk 7-11 bulan ke depan. Jadi, belanja secukupnya saja,’’ pungkas mantan kadishub itu. (err/her)

Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Kota Madiun

Beras medium: Rp 13.000/kg

Beras wangi: Rp 15.000/kg

Bawang merah: Rp 50.000/kg

Telur ayam: Rp 28.000/kg

Bawang putih: Rp 38.000/kg

Gula pasir: Rp 18.000/kg

MinyaKita: Rp 18.000/botol

Tomat: Rp 15.000/kg

Cabai rawit: Rp 80.000/kg

Cabai merah besar: Rp 40.000/kg

Cabai keriting: Rp 50.000/kg

Daging sapi: Rp 120.000/kg

Daging ayam: Rp 34.000/kg

Sumber: Pantauan di Pasar Besar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#pasar besar #cabai rawit #harga #ramadan #bahan pokok #madiun #bawang merah