KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Harap waspada cuaca ekstrem. BMKG mendeteksi pertumbuhan awan cumulus dan cumulonimbus.
Itu berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Pun, memicu bencana hidrometeorologi.
Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, menjelaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem periode 7–13 Maret.
Selama sepekan ke depan, wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Madiun, berpotensi mengalami hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
"Saat ini masih penghujan, meskipun puncak sudah lewat. Tapi, monsun Asia masih aktif, sehingga membawa kelembapan udara yang tinggi," ujarnya, Senin (10/3).
Setyaris menjelaskan, Madden Julian Oscillation (MJO) fase 2 di Samudra Hindia berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia, terutama bagian barat.
Suhu muka laut yang lebih hangat dengan anomali mencapai 0,5 hingga 3 derajat Celcius. Hal itu turut meningkatkan pembentukan awan hujan.
Warga juga perlu mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
"Kami menghimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini,’’ pungkas Setiyaris. (err/den)
Editor : Mizan Ahsani