KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Karakter reiligus siswa SD–SMP di Kota Madiun dibentuk.
Mereka diwajibkan mengikuti kegiatan Pondok Ramadan. Program ini berlangsung selama tiga hari.
Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi menyebutkan bahwa Pondok Ramadan diselenggarakan untuk meningkatkan keimanan, akidah, dan pemahaman muamalah para peserta didik.
Program ini digelar di berbagai tempat. Di antaranya, di Pondok Lansia untuk siswa SD, Pondok Abi Bahrun untuk siswa SMP, Masjid Baitul Hakim untuk guru, serta Lapak Bumi Semendung sebagai lokasi tambahan.
Hariyadi berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat memiliki budaya yang lebih baik dalam bertutur, bersosialisasi, dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045.
’’Materi yang diberikan meliputi fikih, tata cara berwudu, zakat, hingga interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat,’’ ujarnya, Selasa (11/3).
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Taman, Aqib Ibnu Hambal, menjelaskan bahwa setiap sekolah mengirimkan perwakilan tiga hingga sepuluh siswa sesuai jumlah rombongan belajar (rombel).
Total ada 99 siswa dari 22 sekolah di Kecamatan Taman yang mengikuti program ini.
Terdiri dari 68 laki-laki dan 31 perempuan, serta didampingi oleh 38 guru.
’’Peserta berasal dari kelas IV, V, dan VI, yang dipilih langsung oleh masing-masing sekolah,’’ terang Aqib.
Materi yang diajarkan mencakup ibadah wajib dan sunah, serta penguatan akhlak melalui kegiatan sosial, seperti silaturahmi ke Pondok Lansia.
Para peserta juga diajak mengunjungi destinasi wisata literasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan UMKM di Lapak Bumi Semendung untuk mengenalkan hubungan antara pendidikan, ekonomi, dan peternakan.
’’Kami ingin anak-anak belajar dari alam dan kehidupan nyata, sehingga mereka lebih memahami bagaimana ilmu bisa diterapkan dalam keseharian,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani