Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tanggul Kali Piring Rusak, 109 KK di Kota Madiun Terdampak Banjir Kiriman

Erlita H • Senin, 17 Maret 2025 | 02:31 WIB
Wawali Kota Madiun F Bagus Panuntun meninjau pagar jembatan yang amblas diterjang banjir, Minggu (16/3). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wawali Kota Madiun F Bagus Panuntun meninjau pagar jembatan yang amblas diterjang banjir, Minggu (16/3). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

KARTOHARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir kiriman merendam permukiman penduduk di Kelurahan Pilangbango, Kartoharjo, Kota Madiun, Sabtu (15/3) malam.

Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 20–30 sentimeter. Sementara di luar rumah, genangan air mencapai 50 sentimeter.

Wawali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) sempat meninjau lokasi terdampak banjir di kawasan Bok Malang malam itu.

Lalu, dilanjutkan menyalurkan bantuan kepada 109 kepala keluarga (KK) terdampak bersama dengan BPBD, Minggu (16/3). Adapun bantuan tersebut berupa paket sembako, makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya.

BP menegaskan bahwa pemkot akan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi banjir susulan. Salah satunya dengan membersihkan sungai dari tumpukan sampah bambu dan kayu yang terbawa arus dari Kali Piring.

’’Secara umum, aliran air di Kota Madiun sebenarnya aman. Namun, karena debit air yang tinggi ditambah material bambu dan kayu menyumbat aliran di beberapa jembatan, air meluap dan menggenangi permukiman warga,’’ jelasnya.

Selain membersihkan sungai, pihaknya juga mempertimbangkan pemanfaatan Embung Pilangbango sebagai penampungan sementara air saat terjadi banjir. BP mengaku akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait, khususnya BPBD dan DPUPR.

’’Kami akan segera koordinasi dengan BPBD dan PUPR untuk memastikan embung ini bisa dimanfaatkan maksimal sebagai pengendali banjir,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Madiun, Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah mitigasi bencana, termasuk pembersihan material penyumbat aliran sungai.

’’Material bambu dan kayu kiriman sudah kami bersihkan agar aliran air kembali lancar dan tidak tersumbat,’’ katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi. Wahyudi mengungkapkan bahwa salah satu penyebab air masuk ke rumah warga adalah rusaknya tanggul Sungai Piring sepanjang 3–4 meter.

’’Tanggul ini menjadi prioritas perbaikan pada 2026. Meski sudah diberikan penahan sementara oleh warga, air tetap bisa masuk ke permukiman,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #kali piring #banjir kiriman