KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Momen Ramadan mengerek kurva konsumsi daging sapi di Kota Madiun.
Ketimbang hari biasa, para pedagang merasakan peningkatan penjualan hingga dua kali lipat sejak awal puasa.
''Biasanya per hari laku 50-70 kilogram, di Ramadan ini jadi 125-150 kilogram per hari,'' kata Puri Trisnawati, pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM), Jumat (10/3) lalu.
Kendati penjualan meningkat, Puri mengklaim harga stabil. Satu kilogram antara Rp 110-130 ribu. per kilogram.
"Kemungkinan harga naik saat mendekati Lebaran. Bisa naik Rp 10-20 ribu per kilogram,'' ungkapnya.
Mayoritas pasokan daging sapi di Kota Madiun berasal dari luar daerah. Seperti Ngawi dan kabupaten lain di sekitar Madiun.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun memastikan bahwa daging sapi yang beredar aman dikonsumsi.
Itu merujuk hasil pengawasan terhadap peredaran bahan pangan tersebut di pasar-pasar tradisional.
"Petugas kami juga selalu memantau kemungkinan adanya daging tiren, daging glonggongan, atau daging kena PMK," kata Kepala DKPP Kota Madiun Totok.
Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun Sumini menambahkan, pihaknya rutin mengecek sampel daging dan bahan pangan lain setiap dua hari sampai seminggu sekali.
Jika ditemukan bahan makanan dengan kandungan pestisida tinggi atau zat berbahaya lainnya, pedagang akan diberi edukasi dan peringatan.
"Kami lebih ke edukasi dan pembinaan bagi pelaku usaha, karena wewenang kami bukan untuk menindak secara hukum," ujar Sumini. (err/den)
Editor : Mizan Ahsani