Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Verifikasi Data Bansos, 6.657 KPM di Kota Madiun Jalani Ground Check

Mizan Ahsani • Selasa, 18 Maret 2025 | 19:50 WIB
GROUND CHECK: BPS dan Dinsos-PPPA Kota Madiun melakukan proses verifikasi lapangan KPM program bantuan sosial di Kelurahan Pandean, Senin 17 Maret 2025.
GROUND CHECK: BPS dan Dinsos-PPPA Kota Madiun melakukan proses verifikasi lapangan KPM program bantuan sosial di Kelurahan Pandean, Senin 17 Maret 2025.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyaluran bantuan sosial (bansos) makin selektif ke depannya.

Mengingat keakuratan sasarannya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kemarin (17/3), proses ground check DTSEN mulai dilakukan oleh BPS dan Dinsos-PPPA Kota Madiun.

Ini merupakan langkah verifikasi lapangan untuk memastikan bahwa data keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdaftar dalam program bansos benar-benar valid dan tepat sasaran.

Kepala Dinsos-PPPA Kota Madiun, Heri Suwartono, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan gabungan dari berbagai data sosial ekonomi, termasuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), serta data P3KE (Penanganan Kemiskinan Ekstrem).

’’Ground check ini dilakukan untuk memastikan data di lapangan sesuai dengan kondisi sebenarnya,’’ ujarnya.

Menurutnya, selama ini terdapat berbagai versi data kemiskinan yang dikeluarkan oleh masing-masing kementerian.

Namun, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, upaya penggabungan data menjadi satu basis nasional dilakukan agar kebijakan pengendalian kemiskinan baik di tingkat pusat maupun provinsi bersumber dari data yang lebih akurat.

Saat ini, sebanyak 18 petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dikerahkan untuk melakukan ground check di 6.657 KPM.

Proses ini telah dimulai sejak 1 Maret 2025, dengan target 400 KPM diverifikasi per hari.

Dinsos menargetkan seluruh proses ini bisa rampung sebelum akhir bulan.

’’Materi verifikasi melibatkan 39 pertanyaan, mulai dari keabsahan Kartu Keluarga (KK), kecocokan NIK, alamat, pendidikan terakhir, pekerjaan, hingga penghasilan penerima bansos,’’ terang Heri.

Selain memastikan validitas data, pihaknya juga mengimbau masyarakat penerima bansos agar membelanjakan bantuan yang diterima untuk kebutuhan pokok.

’’Meskipun menjelang Lebaran banyak kebutuhan, masyarakat diharapkan mengutamakan pembelian bahan pokok dan tidak membelanjakan bantuan untuk keperluan konsumtif seperti rokok,’’ jelasnya. (err/her)

Apa Itu DTSEN?

Data tunggal nasional gabungan dari DTKS, Regsosek, dan P3KE

Sasaran ground check: 6.657 KPM

Rata-rata verifikasi per hari: 400 KPM

Waktu verifikasi DTSEN: 1–30 Maret 2025

Materi verifikasi terdiri dari 39 pertanyaan

Jumlah verifikator: 18 orang dari PKH

Editor : Mizan Ahsani
#penyaluran #bantuan #kpm #bansos #madiun