KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Tampaknya, momen itu dimanfaatkan untuk mengais rezeki tanpa ‘bekerja’.
Seperti, mengamen dan mengemis.
‘’Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, gepeng (gelandangan dan pengemis) menjamur di Kota Madiun,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Madiun Yanu Budhilarto kemarin (18/3).
Pernyataan Yanu itu bukan tanpa bukti. Korps penegak perda kemarin menciduk tiga gepeng.
Perinciannya, seorang pengamen di kawasan PG Rejo Agung, Manguharjo. Kemudian, dua orang lagi di sekitar Bogowonto Culinary Center.
‘’Yang di Bogowonto, satu pengamen dan satu pengemis,’’ terang Yanu.
Satpol PP mengamankan dua pengamen dan satu pengemis itu. Ketiganya dibawa ke kantor guna pendataan dan pembinaan. Hasilnya, semua gepeng itu berasal dari luar Kota Madiun.
‘’Setelah didata, kami koordinasikan dengan dinsos (dinas sosial) untuk tindak lanjutnya,’’ ujarnya.
Menurut Yanu, keberadaan gepeng kerap menjadi laporan masyarakat.
Guna menciptakan keamanan dan kenyamanan warga serta wisatawan, satpol PP melakukan penertiban secara masif. ‘’Penertiban gepeng merupakan kegiatan rutin kami,’’ ungkapnya.
Ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Kota Madiun harus terjaga.
Warga dihimbau untuk tak segan melapor jika terganggu keberadaan gepeng. ‘’Kami berharap Kota Madiun menjadi kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Mizan Ahsani