KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dalam 100 hari kerja periode keduanya, Wali Kota Madiun Maidi kembali meluncurkan inovasi.
Ia menghadirkan konsep kantor keliling, yang memungkinkan dirinya dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) berkantor langsung di tengah-tengah masyarakat.
Setelah sebelumnya berkantor di Lapangan Kelurahan Kanigoro, kali ini Maidi memilih Taman Lalu Lintas Bantaran, Kecamatan Manguharjo, sebagai lokasi kerja sementara.
"Ingin melayani masyarakat dengan baik? Maka pemimpin harus berada dekat dengan rakyatnya," ujar Maidi.
"Kalau kantor terlalu eksklusif, masyarakat jadi enggan menyampaikan aspirasi. Kantor keliling ini hadir sebagai solusi," sambungnya, saat berbincang dengan JawaPos TV Madiun.
Selama berkantor di lokasi tersebut, Maidi membawa serta seluruh perangkat daerah.
Berbagai pelayanan publik dibuka langsung di lokasi. Warga bisa mengurus perizinan, berkonsultasi dengan dinas, hingga menyampaikan keluhan, tanpa perlu ke balai kota.
Bukan hanya itu, konsep ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM. Stan khusus disediakan sebagai ruang promosi dan penjualan produk mereka.
Bahkan, pertemuan dengan tamu dari luar kota juga tetap dilakukan di lokasi terbuka, menciptakan suasana kerja yang santai namun tetap produktif.
Kantor Keliling Maidi Pindah Lokasi Tiap Delapan Hari
Program kantor keliling ini dirancang berpindah lokasi setiap delapan hari sekali.
Setelah beroperasi di Taman Bantaran, rencananya akan dilanjutkan ke Kecamatan Taman mulai 17 April 2025, pasca libur Lebaran.
“Dengan berpindah lokasi, kita bisa menjangkau lebih banyak warga. Mereka juga lebih nyaman menyampaikan keluhan tanpa harus berhadapan birokrasi berbelit,” jelas Maidi.
Pemilihan lokasi pun tak sembarangan. Maidi menyebut, kantor keliling juga punya fungsi strategis, seperti meningkatkan kunjungan warga ke ruang publik.
Contohnya di Taman Bantaran, keberadaan kantor keliling diharapkan sekaligus mendorong pengembangan wisata offroad di kawasan tersebut.
Kantor Keliling Maidi Dapat Respon Positif dari Warga
Konsep kantor keliling ini mendapat respon positif dari warga. Mereka menilai layanan pemerintah jadi lebih mudah diakses.
Model pelayanan ala “mal publik berjalan” ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan cepat.
Dengan pendekatan seperti ini, Pemkot Madiun tak hanya menghadirkan pelayanan yang dekat, cepat, dan tanggap.
Selain itu, pemkot juga merawat hubungan emosional antara pemerintah dan warganya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani