Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

ASN Pemkot Madiun Diminta Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting, Sumbang 1 Kilogram Telur Setiap Minggu

Erlita H • Kamis, 3 April 2025 | 14:15 WIB

 

Penanganan stunting di Kota Madiun dilakukan dinkes dengan mengajak ASN untuk menjadi orang tua asuh. FOTO: DOK RADAR MADIUN
Penanganan stunting di Kota Madiun dilakukan dinkes dengan mengajak ASN untuk menjadi orang tua asuh. FOTO: DOK RADAR MADIUN

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai cara dilakukan Pemkot Madiun untuk menekan kasus stunting.

Salah satunya dengan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr Denik Wuryani, mengatakan program ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu.

ASN didorong menyisihkan sebagian rezekinya, baik secara individu maupun berkelompok untuk membantu pemenuhan gizi anak stunting.

’’Bentuk bantuannya sederhana. Satu anak mendapat satu kilogram telur setiap minggu,’’ jelas Denik.

Telur dipilih karena mudah diperoleh, tidak membutuhkan penyimpanan khusus, dan bisa diolah dalam berbagai bentuk makanan yang disukai anak.

’’Mulai direbus, diceplok, dibuat dadar. Anak-anak rata-rata suka telur,’’ ujarnya.

Denik sendiri tahun ini kembali menjadi orang tua asuh bagi anak di sekitar Jalan Trengguli. Tahun lalu, anak asuhnya berasal dari sekitar tempat tinggalnya.

Data anak stunting yang butuh pendampingan berasal dari kerja sama antara Posyandu dan kader kesehatan.

Tak hanya memberikan bantuan makanan, orang tua asuh juga diharapkan bisa ikut memantau perkembangan anak secara langsung.

’’Teman-teman ASN bisa datang ke rumah anak asuhnya untuk memastikan kondisi mereka. Ini juga jadi sarana edukasi ke orang tuanya,’’ tutur Denik.

Dia menyadari bahwa satu kilogram telur mungkin terlalu banyak untuk dikonsumsi seorang anak. Namun, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan seluruh keluarga.

Hingga kini, total ada 255 anak asuh yang terdata dalam program ini.

Pihaknya bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit untuk evaluasi setiap tiga bulan sekali. Hasilnya cukup menggembirakan.

’’Tahun lalu, berat badan naik, tinggi badan juga naik. Beberapa anak sudah lepas dari status stunting,’’ ungkapnya.

Ciri-ciri anak stunting, menurut Denik, bisa dikenali dari berat badan turun, tinggi badan tidak naik, pertumbuhan terganggu, kurang aktif, dan cenderung tidak percaya diri.

Biasanya, kondisi itu terlihat pada anak usia satu hingga empat tahun.

Selain program anak asuh, dinkes juga menggencarkan pencegahan stunting dari hulu.

Seperti pemeriksaan calon pengantin, pemantauan ibu hamil, pemberian ASI selama dua tahun, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

’’Kami juga dorong pengasuhan anak tidak hanya dari ibu, tapi juga dari ayah. Termasuk edukasi remaja putri untuk rutin mengonsumsi tablet penambah darah guna mencegah anemia,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#orang tua asuh #Stunting #asn #Pemkot Madiun