KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun turut ambil bagian dalam Panen Raya Serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (7/4).
Di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, lebih dari 10 ton padi milik kelompok tani (poktan) dipanen.
Presiden Prabowo yang mengikuti panen secara daring menginstruksikan agar pemerintah daerah mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi.
Wali Kota Madiun Maidi menyambut arahan itu dengan menegaskan komitmennya terhadap ketahanan pangan.
’’Luas sawah kita sekitar 884 hektare. Program ketahanan pangan akan terus kami kedepankan,’’ tegasnya usai mengikuti panen.
Maidi mengakui keterbatasan lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia menegaskan pemkot tidak tinggal diam.
Berbagai strategi pun disiapkan demi mendongkrak produksi padi.
’’Biasanya dua tahun bisa panen lima kali. Target kami bisa sampai tujuh kali panen. Kami siapkan strategi sebagai stimulus produktivitas,’’ ungkapnya.
Salah satu strategi itu adalah pengadaan sumur air berbasis solar cell.
Teknologi tersebut diharapkan mampu menyuplai air secara berkelanjutan tanpa membebani petani dengan biaya listrik, terutama saat musim kemarau.
Tak hanya soal air, Maidi juga memastikan bantuan pupuk bersubsidi tetap disalurkan ke kelompok tani.
’’Semua kebutuhan petani akan kami bantu. Jangan sampai petani kesulitan,’’ katanya.
Lebih lanjut, dia berencana menggandeng Bulog untuk menyerap hasil panen petani.
Dengan begitu, harga jual padi bisa lebih baik dibandingkan harus menjual ke tengkulak.
’’Semoga hasil panen bagus. Sesuai arahan presiden, produktivitas harus meningkat,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani