Jawa Pos Radar Madiun - Produktivitas padi di Kota Madiun tahun lalu mencatat hasil mengesankan. Meski luas lahan pertanian menyusut, hasil panen justru meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, total produksi padi sepanjang 2024 mencapai 12.610 ton.
Padahal, luas lahan pertanian berkurang dari 2.204 hektare menjadi 2.190 hektare, atau turun sekitar 0,65 persen.
’’Responsnya berbeda dengan daerah lain. Umumnya kalau luas panen turun, produksi juga turun. Tapi Kota Madiun justru sebaliknya,’’ terang Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis, Rabu (9/4).
Menurut Azis, peningkatan produksi di tengah penyusutan lahan ini merupakan sinyal positif.
Apalagi, Kota Madiun secara geografis merupakan wilayah perkotaan yang lahan pertaniannya relatif terbatas. ’’Ini menunjukkan produktivitas yang sangat optimal,’’ katanya.
Fenomena tersebut, lanjut Azis, tak lepas dari peran pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan petani.
Program-program pertanian yang dijalankan dinilai cukup efektif menjaga bahkan meningkatkan hasil panen.
’’Pemkot perlu mempertahankan dukungan semacam ini agar ketahanan pangan tetap terjaga,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto