KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim panen raya jadi momen penting bagi Bulog Madiun.
Hingga Selasa (7/4) lalu, serapan Gabah Kering Panen (GKP) sudah mencapai 17.274 ton atau hampir 91 persen dari target total 18.898 ton.
Wakil Pimpinan Cabang (Wapimca) Bulog Kota Madiun, Hendra Kurniawan, menyebut angka tersebut mencakup tiga wilayah.
Meliputi Kota/Kabupaten Madiun, dan Magetan.
’’Penyerapan dilakukan langsung dari petani atau melalui poktan dan gapoktan,’’ ujarnya, Rabu (9/4).
Program penyerapan ini dilakukan melalui skema jemput gabah di lapangan.
Dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, Bulog telah menggelontorkan dana sekitar Rp 112 miliar untuk menyerap GKP dari petani lokal.
Hendra optimistis target akan terlampaui sebelum akhir April.
Namun, dia mengakui masih ada kendala di lapangan, salah satunya terbatasnya mitra penggilingan padi yang memiliki fasilitas pengering (dryer), sehingga antre panjang.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya menjalin kerja sama dengan mitra penggilingan dari luar daerah serta melakukan penjadwalan ulang.
’’Upaya ini diharapkan bisa mempercepat alur distribusi gabah dan menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,’’ jelasnya. (err/her)
Serapan GKP
Target serapan: 18.898 ton
Realisasi serapan: 17.274 ton
HPP GKP: Rp 6.500 per kilogram
Alokasi anggaran penyerapan GKP: Rp 112 miliar
Editor : Mizan Ahsani