TAMAN, Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan keberangkatan ibadah haji 2025 bagi calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun terus dimatangkan.
Hingga pertengahan April, sebanyak 189 jemaah telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan dipastikan berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Zainut Tamam, menyebut pelunasan BPIH dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama diikuti 130 jemaah. Sementara tahap kedua masih berlangsung hingga 17 April 2025.
’’Alhamdulillah, per hari ini sudah ada 59 jemaah yang melunasi tahap kedua. Jadi total sementara ada 189 jemaah siap berangkat,’’ kata Tamam usai memberikan materi manasik haji di Kantor Kecamatan Taman, kemarin (15/4).
Dari total peserta, sempat ada enam orang yang belum melunasi pada tahap pertama.
Dua di antaranya menunda keberangkatan, sedangkan empat lainnya gagal sistem dan kini berkesempatan melunasi di tahap kedua.
Tamam memastikan, seluruh jemaah telah mengikuti dua kali manasik tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya, manasik tingkat kecamatan akan digelar 21–26 April mendatang.
’’Kami siapkan narasumber berkompeten agar pemahaman jemaah semakin matang,’’ ujarnya.
Kota Madiun sendiri masih mengikuti kuota haji Provinsi Jawa Timur.
Selain 189 jemaah yang sudah pasti berangkat, masih ada sekitar 76 orang yang masuk dalam daftar cadangan dan pendamping.
Mereka akan menunggu kepastian pasca penutupan pelunasan tahap kedua.
Kemenag juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia). Mulai dari layanan kesehatan, fasilitas naik pesawat, hingga penanganan khusus saat di asrama haji.
’’Ada petugas khusus yang menangani lansia, agar pelayanan lebih manusiawi dan nyaman,’’ terang Tamam.
Terpisah, Petugas Haji Daerah (PHD) Muhammad Anshori menambahkan, total jemaah asal Kota Madiun yang menjalani manasik tahun ini mencapai 236 orang.
Termasuk di dalamnya peserta dari tiga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yaitu Jabal Rahmah, Al Mabrur, dan Ulul Azmi.
Anshori berharap seluruh jemaah benar-benar mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Pasalnya, musim haji tahun ini diperkirakan berlangsung di tengah suhu ekstrem.
’’Suhu di Arab Saudi bisa mencapai 50 derajat Celsius. Jemaah harus banyak minum, menjaga pola makan dan istirahat,’’ tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto