KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim tanam kedua telah dimulai.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mendorong para petani untuk segera melakukan penanaman ulang usai panen.
Langkah itu penting agar jadwal tanam tidak molor yang berimbas pada keterlambatan pasokan air dan pupuk.
’’Kalau jadwal mundur, kebutuhan air bisa tidak terpenuhi. Begitu juga dengan pupuk,’’ kata Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto, kemarin (15/4).
Sementara itu, hasil panen sejauh ini baru sekitar 20 persen.
DKPP mencatat, dari total 884 hektare lahan sawah di Kota Madiun, estimasi produksi mencapai 1.260 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 676 ton beras.
Sebagian diserap Bulog, sisanya dibeli pengepul.
Totok juga menyoroti isu klasik soal minimnya tenaga kerja pertanian. Karena itu, dia menyarankan petani untuk mulai menerapkan mekanisasi.
Terlebih, mayoritas buruh tani di Kota Madiun masih didatangkan dari wilayah kabupaten.
’’Kami juga sudah minta agar kios pupuk menjaga ketersediaan stok pupuk bersubsidi, agar siap saat dibutuhkan,’’ ujarnya.
Tak hanya padi, komoditas pertanian di Kota Madiun juga meliputi bawang merah seluas 1 hektare dan jagung sekitar 1 hektare.
Tambahan 2–3 hektare lahan di depan kantor DKPP juga akan ditanami jagung.
Dia menambahkan, pancaroba bakal menjadi tantangan tersendiri. Selain curah hujan yang tidak menentu, serangan hama juga bisa meningkat.
Pihaknya pun meminta petani meningkatkan pengamatan harian terhadap tanaman.
’’Begitu terlihat gejala serangan hama, segera laporkan ke penyuluh agar bisa dilakukan pengendalian,’’ terang Totok.
Terpisah, petani asal Kelurahan Sogaten, Sriana, menyebut hasil panen musim hujan tahun ini cukup bagus.
Tidak ada serangan hama yang berarti. Meski sempat khawatir karena hujan disertai angin, lahan miliknya aman dari padi roboh.
Dia menanam tujuh petak sawah, masing-masing menghasilkan sekitar satu ton padi.
Untuk musim tanam kedua ini, Sriana mengaku sudah mulai melakukan pembenihan dan pengolahan tanah. Rencananya, penanaman dilakukan mulai 21 April.
Menurut dia, tantangan terbesar adalah saat musim peralihan seperti sekarang. Selain hama, potensi padi roboh juga tinggi.
’’Pembibitan itu yang utama. Kalau bibitnya sehat, Insya Allah hasilnya bagus. Saya tidak pakai pestisida kimia, jadi sejak perendaman benih semua alami,’’ tuturnya. (err/her)
Data Pertanian Kota Madiun
Luas pertanian padi: 884 hektare
Luas pertanian bawang merah: 1 hektare
Luas pertanian jagung: 1 hektare
Luas lahan tambahan pertanian: 2–3 hektare di depan kantor DKPP
Hasil produksi panen pertama GKP: 1.260 ton
Hasil produksi beras: 676 ton
Editor : Mizan Ahsani