Jawa Pos Radar Madiun – Kursi Ketua KONI Kota Madiun resmi berpindah tangan. Dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) 2025 yang digelar di Aula Asrama Haji, Sabtu (19/4), Edwin Susanto ditetapkan sebagai nahkoda baru menggantikan Tatok Raya yang mengundurkan diri.
Edwin bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia sebelumnya menjabat sebagai Ketua PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kota Madiun.
Penunjukannya sebagai Ketua KONI disahkan langsung dalam forum yang dihadiri perwakilan KONI Jatim, Kepala Disparpora, serta seluruh cabang olahraga (cabor) se-Kota Madiun.
Di hadapan peserta Musorkotlub, Edwin langsung tancap gas. Ia menyebut waktu menuju Porprov 2025 yang semakin dekat membuat konsolidasi harus dilakukan cepat.
"Hari ini saya akan duduk bersama pengurus lama dan beberapa perwakilan cabor untuk menyusun kepanitiaan. KONI itu melayani, bukan untuk memikirkan diri sendiri," tegasnya.
Edwin menargetkan susunan kepengurusan KONI yang baru rampung maksimal besok. "Senin harus sudah dibawa ke Surabaya untuk disahkan," ujarnya.
Terkait posisi lamanya di PBSI, Edwin memastikan segera digelar musyawarah kota (muskot) untuk memilih ketua baru.
Sebab, sesuai AD/ART, Ketua KONI tidak boleh merangkap jabatan sebagai Ketua Cabor.
Kepala Disparpora Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, berharap kepengurusan baru KONI bisa bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan prestasi olahraga.
“Targetnya, raihan medali di Porprov nanti bisa meningkat. Yang kemarin dapat perak, bisa jadi emas. Yang perunggu, bisa naik jadi perak,” harapnya.
Diketahui, pada Porprov sebelumnya, Kota Madiun berhasil membawa pulang 10 emas, 14 perak, dan 26 perunggu.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan segar, KONI Kota Madiun diharapkan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi. (her)
Editor : Hengky Ristanto