Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus berupaya menghidupkan kembali geliat Sentra Kuliner Rimba Darma.
Salah satu strateginya dengan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengungkapkan bahwa pemberlakuan satu arah bagi kendaraan roda dua di Jalan Diponegoro tidak lepas dari upaya mendongkrak eksistensi kawasan kuliner itu.
‘’Kami sudah koordinasi dengan dishub terkait rekayasa lalin. Tujuannya, mengarahkan kendaraan ke Jalan Rimba Darma sebagai bentuk pengenalan kawasan sentra kuliner,’’ ujarnya, Minggu (20/4).
Ansar tidak memungkiri, hingga kini geliat sentra kuliner tersebut belum maksimal. Keramaian baru tampak pada akhir pekan.
Hari-hari biasa cenderung sepi. Padahal, potensi pasar cukup besar.
‘’Kami lihat dulu dampaknya setelah rekayasa lalin diterapkan. Dalam waktu bersamaan, kami susun langkah-langkah lanjutan,’’ jelasnya.
Selain faktor lokasi, persoalan lain muncul dari para pedagang.
Menurut Ansar, masih banyak pelaku usaha yang belum menunjukkan komitmen untuk berjualan secara konsisten.
‘’Mereka perlu bertahan dulu, sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan produk. Kendalanya memang belum ada kemauan kuat untuk berjualan setiap hari,’’ imbuhnya.
Disdag pun menyiapkan penguatan dari sisi pemasaran. Salah satunya dengan pendekatan digital.
Selain itu, pemkot juga bakal menambah fasilitas penunjang kawasan kuliner tersebut.
‘’Tahun ini rencananya akan dibangun toilet permanen di area kontainer. Informasi dari DPUPR, sudah direncanakan,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto