Jawa Pos Radar Madiun – Iklim investasi di Kota Madiun tahun ini diprediksi tetap menggeliat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengklaim tren pergerakan nilai investasi berada di jalur positif.
Kendati begitu, capaian detail belum bisa dipastikan karena masih menunggu data lengkap triwulan kedua.
‘’Masih di jalur yang benar. Angka resminya bisa dilihat setelah triwulan kedua,’’ kata Plt Kepala DPMPTSP Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, Minggu (20/4).
Ahsan optimistis target investasi tahun ini senilai Rp 198 miliar bisa tercapai.
Apalagi, sederet investor besar sudah menunjukkan minat menanamkan modal di Kota Pendekar.
Keyakinan itu diperkuat capaian tahun lalu yang melampaui ekspektasi. Dari target Rp 195 miliar, realisasi investasi tembus hingga Rp 498 miliar.
Dua sektor utama penyumbang tertinggi yakni Rumah Sakit Hermina dengan nilai investasi Rp 180 miliar dan Hotel Mercure senilai Rp 87 miliar.
‘’Tahun ini kami harapkan tetap bisa surplus, meski tidak sebesar tahun lalu. Yang penting target tercapai,’’ jelasnya.
Menurut Ahsan, kondusifnya iklim investasi di Kota Madiun ditopang sejumlah faktor. Mulai pertumbuhan ekonomi yang stabil hingga geliat pembangunan kota.
Selain itu, jaminan kemudahan perizinan serta rasa aman bagi investor juga terus ditingkatkan.
‘’Kami terus mendorong pelayanan cepat dan mudah. Kemudahan izin ini jadi nilai tambah bagi para investor,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto