Jawa Pos Radar Madiun - Hari Kartini diperingati setiap 21 April alias hari ini. Sesuai kelahiran pejuang emansipasi wanita, R.A. Kartini pada 1879 silam.
Rakyat Indonesia tentu sudah banyak yang tahu tentang perjuangannya.
"Beliau sosok perempuan nasional atau pelopor penggerak perempuan yang luar biasa untuk memperjuangkan kaum perempuan 146 tahun yang lalu," kata Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyowati Maidi Minggu (20/4).
R.A. Kartini dilahirkan dalam keluarga bangsawan Jawa. Kala itu, perempuam dilarang mengenyam pendidikan tinggi.
Singkat cerita, R.A. Kartini berhasil menghapus stigma miring terhadap perempuan. Menurut Yuni, karakter kebudayaan, sosial, dan religi R.A Kartini harus dicontoh anak zaman sekarang.
''Khususnya ASN, istri ASN, hingga perempuan remaja, dapat mencontoh kegigihan R. A Kartini," ungkapnya.
Di era sekarang, perempuan harus punya visi misi berbudaya dan berkreasi.
Sebab, bebas berkarier dan berpendidikan. ''Tapi bagaimanapun juga, jangan melupakan kodrat perempuan sebagai ibu dan istri,'' pesannya.
Yuni menuturkan, Kartini masa kini adalah mereka penuh kesabaran dan kasih sayang. Peran ibu dalam keluarga di masa serba digital ini amat penting.
''Seorang ibu harus bisa membatasi,'' ungkapnya.
Dia tidak memungkiri keberadaam media sosial menjadi tantangan menyongsong generasi emas. Ibu-ibu harus gigih agar anak mau membaca buku, melakukan permainan tradisional, dan les.
"Tantangannya gadget, ibu tugasnya berat untuk melindungi remaja putra maupun putri," tambahnya.
Diketahui, pemkot memperingati Hari Kartini dengan berbagai cara. Misal, acara ibu-ibu di Kelurahan Demangan, Taman, yang mengenakan kebaya. ''Perempuan harus mandiri sehingga bisa meneruskan perjuangan R.A. Kartini,'' pungkasnya. (err/den)
Editor : Mizan Ahsani