Jawa Pos Radar Madiun – Konsumsi ikan warga Kota Madiun masih tergolong rendah dibandingkan konsumsi daging ayam dan sapi.
Hal itu diakui langsung oleh Wali Kota Madiun Maidi saat menghadiri kegiatan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) dan penebaran benih ikan di kompleks kantor DKPP, Selasa (22/4).
Meski begitu, Maidi menyebut tren konsumsi ikan mulai menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data 2024, angka konsumsi ikan mencapai 20,46 kilogram per kapita, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 17,8 kilogram.
Untuk mempercepat peningkatan itu, Pemkot Madiun fokus mengedukasi anak-anak agar gemar makan ikan sejak dini.
Salah satunya dengan pendekatan rasa dan pengalaman langsung.
“Anak-anak suka ayam karena olahannya enak seperti KFC. Maka, ikan juga harus diolah seenak itu agar menarik,” ujar Maidi.
Ia juga mengungkapkan strategi kreatif dengan melibatkan anak-anak memegang, mengambil, hingga mengolah ikan sebelum dikonsumsi.
Cara ini diyakini bisa menumbuhkan kedekatan emosional dengan sumber protein tersebut.
“Kalau terbiasa makan ikan, gizinya masuk. Kalau gizi cukup, anak-anak jadi cepat tanggap dan cerdas,” lanjutnya.
Untuk mendukung hal ini, pemkot akan mengoptimalkan 23 kolam ikan aktif.
Tak hanya itu, hasil studi di Yogyakarta menginspirasi pemkot membuat kolam mini 1x1 meter berisi 1.000 benih ikan.
Dalam tiga bulan, satu kolam bisa menghasilkan panen hingga 1 kuintal.
Konsep kolam mini tersebut diharapkan dapat mendukung program Dapur Sehat di Kota Madiun yang memiliki keterbatasan lahan.
“Meski wilayah kita sempit, tapi kalau kolam mini ini dioptimalkan, kebutuhan gizi lewat ikan bisa tetap terpenuhi,” tandas Maidi. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto