Jawa Pos Radar Madiun – Aset mangkrak di Kota Madiun coba dioptimalkan pemkot. Terkini, inventarisasi rampung dikerjakan.
Salah satunya bekas Dumilah Park di Kelurahan Klegen, Kartoharjo. Sudah lama mangkrak, bekas objek wisata ini berpeluang segera reborn alias terlahir kembali.
‘’Saya inventarisasi semua fasum yang belum optimal, akan kami optimalkan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Madiun kemarin (22/4).
Maidi menyampaikan, aset bekas Dumilah Park menjadi satu dari sekian aset dengan pemanfaatan belum optimal.
Saat ini, ada investor yang mengambil alih pengelolaan aset tersebut.
‘’Aset bekas Dumilah Park sudah ada tiga investor papan atas yang masuk. Kita lihat nanti. Insya Allah bisa segera kerja sama,’’ ungkapnya.
Maidi mengamini sejumlah aset lain belum terkelola optimal. Identifikasi akan dilakukan. Nilai serta potensi aset akan dianalisis.
Saat semua sudah klir, berlanjut ke pengambilan kebijakan kerja sama dengan pihak ketiga untuk pemanfaatan.
‘’Seperti sekolah yang tidak terawat karena tidak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Sudah kami tawarkan ke pihak ketiga,’’ ujarnya.
Optimalisasi perlu dilakukan untuk pemanfaatan aset yang lebih optimal agar dapat meningkatkan pendapatan daerah lewat retribusi.
Pun, untuk mencegah aset terbengkalai, rusak, hingga kehilangan nilai. ‘’Kami cegah potensi kerugian,’’ ungkap Maidi.
Tidak ada klasifikasi khusus terhadap investor. Semua diperbolehkan menanamkan modal. Pintu investasi di kota ini terbuka lebar.
Bahkan, sejumlah keringanan akan diberikan oleh pemkot.
‘’Kami silakan pihak ketiga memanfaatkan aset. Akan kami beri dispensasi atau keringanan retribusi pada tahun pertama,’’ pungkas Maidi. (ggi/den)
Editor : Mizan Ahsani