Jawa Pos Radar Madiun – Semangat kompetisi terpancar dari ratusan atlet cilik yang berlaga di Kejurkot Basket Ball Wali Kota Cup.
Turnamen yang digelar Perbasi Kota Madiun itu menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.
Berlokasi di Lapangan Basket Taman Hijau Demangan (THD), Kecamatan Taman, kejurkot basket kali ini berlangsung selama tiga hari.
Penanggung jawab kegiatan, Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa kejuaraan tahun ini mempertandingkan kategori KU 8, KU 10, KU 12, KU 16, dan KU 18, baik putra maupun putri.
’’Untuk final KU 10, Tri Dharma berhasil menjadi juara pertama setelah menaklukkan Black Warrior. Sementara KBS menyabet juara ketiga,’’ terang Eko yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan SDM Perbasi Kota Madiun itu, Kamis (24/4).
Di KU 13, WBM Wilis menempati posisi ketiga, sedangkan perebutan juara satu dan dua masih berlangsung hingga berita ini ditulis pada Kamis.
Eko menegaskan bahwa meski KU 13 dibuka untuk usia di bawah 13 tahun, hanya siswa SD yang boleh turun bertanding, meskipun sudah duduk di bangku SMP.
’’Fokus kami untuk pembinaan SD. Supaya regenerasinya jalan dan kompetisinya tetap seru,’’ imbuhnya.
Eko menyebutkan, tahun ini menjadi kali pertama kejurkot basket digelar secara khusus.
Pihaknya berharap ajang ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan yang berlangsung di lapangan THD.
Tren positif juga terlihat dari geliat cabang olahraga basket di Kota Madiun.
Tahun lalu, ada sepuluh event yang diikuti klub-klub anggota Perbasi. Tahun ini, sudah ada 12 agenda yang tercatat dalam kalender kegiatan.
’’Semua klub aktif mengirimkan atlet ke tim Porprov. Itu yang membuat pembinaan kita terus bergulir,’’ terangnya.
Untuk persiapan Porprov IX 2025, Perbasi Kota Madiun akan menurunkan tim putra-putri kategori 5 on 5 serta 3 on 3. TC berlangsung empat kali dalam sepekan, sementara sisanya dikembalikan ke masing-masing klub.
’’Porprov sebelumnya, tim 3 on 3 putri menyumbang perunggu. Target kami tahun ini bisa menyodok ke perak. Kalau emas dan perak biasanya didominasi Surabaya dan Malang,’’ kata Eko. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani