Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus mempercantik wajah kota. Salah satunya dengan memperbaiki taman-taman median jalan yang rusak atau mengganggu pandangan.
Salah satu fokus penataan berada di taman median Jalan Pahlawan sisi utara, tepatnya kawasan nol kilometer.
Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas RTH, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun, Andi Anto, mengatakan sebelumnya median tersebut menggunakan pot tinggi yang justru menghalangi pandangan pengguna jalan.
Kini, pot diganti planter teraso lebih rendah dengan tanaman kana dan bugenvil yang dinilai lebih estetis dan mudah dirawat.
"Ini bagian dari penataan supaya median lebih terbuka, sedap dipandang, dan tidak mengganggu visibilitas," ujar Andi, kemarin (27/4).
Selain di titik nol kilometer, perbaikan juga dilakukan di median Jalan PB Sudirman (depan BCA) dan Jalan Soekarno-Hatta.
Dua median itu mengalami kerusakan akibat kecelakaan kendaraan.
"Perbaikan tetap mempertahankan pola semula, tapi menggunakan bahan lebih kuat," jelasnya.
Andi menambahkan, taman median yang terdampak pemendekan umumnya berada di jalan provinsi seperti Jalan Urip Sumoharjo, Yos Sudarso, dan Soekarno-Hatta.
Anggaran pemeliharaan bersumber dari Pemprov Jatim, sedangkan Disperkim bertanggung jawab untuk perawatan harian.
"Tahun ini kami belum menerima rincian nilai anggaran dari provinsi. Tapi untuk pemeliharaan taman di tiga kecamatan, kami mengalokasikan sekitar Rp200 juta per tahun," bebernya.
Anggaran tersebut digunakan untuk pengecatan, perbaikan fasilitas taman, hingga mengganti tanaman rusak.
Ia memastikan dana itu tidak terdampak refocusing karena alokasinya sudah minimal.
"Kami fokus pemeliharaan, bukan pembangunan taman baru. Tenaga dan anggaran kami terbatas," imbuhnya.
Tahun ini, lanjut Andi, belum ada rencana pembangunan taman baru. Pemkot memilih fokus merawat taman-taman lama seperti Alun-Alun, Taman Sedoro Banjarejo, dan Taman Hutan Kota.
Disperkim mengerahkan 130 petugas lapangan untuk merawat 76 taman yang tersebar di Kota Madiun, mulai taman besar, median jalan, hingga taman mini.
"Mereka kami bagi ke beberapa tim untuk penyiraman, pembersihan, sanitasi gulma, hingga penanganan penyakit tanaman," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto