Jawa Pos Radar Madiun – Lahan untuk pembangunan sekolah rakyat di Kota Madiun dipastikan siap digunakan.
Hal itu disampaikan Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico usai meninjau lokasi di kawasan Ring Road Barat, Sabtu (26/4).
Robben menyebut, lahan seluas 6,7 hektare yang disediakan pemkot telah memenuhi seluruh kriteria.
Mulai dari kelengkapan surat hingga kejelasan status tanah. ’’Tanahnya sudah klir, surat-suratnya lengkap. Ini siap untuk pembangunan,’’ ujarnya.
Dengan kesiapan lahan tersebut, Robben menegaskan proses usulan dan pembangunan sekolah rakyat bisa segera dilaksanakan.
Pemkot hanya perlu merampungkan proses repurposing lahan.
Yakni mengubah fungsi atau memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang optimal. Selain itu, akses jalan menuju lokasi juga perlu segera disiapkan.
’’Kalau dua syarat ini beres, pembangunan bisa langsung dilakukan pemerintah pusat,’’ katanya.
Sekolah rakyat ini nantinya akan menampung minimal 1.000 siswa kurang mampu dari jenjang SD hingga SMA.
Program asrama (boarding school) ini menjadi salah satu upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan serta menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
’’Pak Presiden ingin tidak ada anak-anak, khususnya di Kota Madiun, yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan,’’ jelas Robben.
Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun memastikan, pemkot akan segera menindaklanjuti hasil survei tersebut.
Termasuk menyelesaikan pengajuan New Site Development (NSD) ke Kementerian ATR/BPN agar proses berjalan lancar. ’’Kami juga menyiapkan akses jalan yang strategis dan memadai,’’ terangnya.
Selain itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Madiun mulai melakukan pendataan calon siswa.
’’Tim pemkot akan mempersiapkan semua keperluan supaya proses pembangunan bisa segera berjalan,’’ pungkas Bagus. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani