Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Wisatawan Maroko Kunjungi Desa Wisata Ngegong Kota Madiun, Terkesan Keramahan Warga Kota Pendekar

Erlita H • Selasa, 29 April 2025 | 17:00 WIB
Potret wisatawan Maroko berbincang dengan siswa TK di Ngegong, Kota Madiun.
Potret wisatawan Maroko berbincang dengan siswa TK di Ngegong, Kota Madiun.

Jawa Pos Radar Madiun - Kota Madiun semakin dikenal dunia.

Salah satunya lewat kunjungan wisatawan asal Maroko, Mohamed Ait Taleb, yang berinteraksi dengan siswa TK Islam Al Huda dalam program desa wisata di Jalan Kapri, Ngegong, Manguharjo, Senin (28/4).

Mohamed memilih berkunjung ke Indonesia karena terpesona dengan reputasi pariwisatanya.

Dia mengenal Kota Madiun lewat kenalannya dengan Lurah Ngegong, yang mengundangnya untuk mengikuti program desa wisata.

''Ini kesempatan bagi saya untuk mengeksplorasi Indonesia, berbagi budaya Maroko, dan menjalin kolaborasi budaya," ujar Mohamed.

Mohamed menuturkan, kunjungannya berawal dari ketertarikannya terhadap bidang pertanian Kota Madiun, khususnya berbagai teknik menanam dan potensi tanaman lokal.

Dia berkomitmen untuk membantu mempromosikan produk-produk lokal Kota Madiun agar lebih dikenal luas.

"Ini pengalaman pertama saya ke Indonesia, dan semua orang di sini sangat ramah," ucapnya.

Meski ingin tinggal lebih lama, Mohamed harus kembali ke Maroko karena urusan pekerjaan yang mendesak.

Namun, dia berjanji akan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kerjasama yang sudah terjalin.

“Saya ingin kembali lagi nanti. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk mendukung anak-anak dan keluarga di sini," tambahnya. 

Camat Manguharjo Lita Febriana Hapsari menyampaikan, pihaknya berkoordinasi dengan Bappeda Kota Madiun untuk menerima kunjungan dua wisatawan asing. Masing-masing dari Cina dan Maroko.

"Kami berharap ini bisa membuka jejaring internasional dan mendorong ekspor produk-produk lokal Madiun," kata Lita.

Salah satu yang tengah dipersiapkan untuk dikenalkan ke luar negeri adalah sambel pecel dalam kemasan kaleng. Produk ini dinilai berpotensi karena daya tahannya bisa mencapai satu tahun.

"Nanti mereka bisa cerita ke negaranya, bagaimana sambel pecel dibuat dan dikemas seperti ini," jelasnya.

Menurut Lita, keberadaan sekolah alam di Ngegong menjadi daya tarik tersendiri. Di lokasi itu, wisatawan asing dapat berbagi ilmu kepada anak-anak, khususnya dalam keterampilan bercocok tanam dan berkebun.

Menariknya, setelah mengetahui budaya konsumsi herbal di Maroko, pihak kecamatan berencana memperkenalkan produk jahe lokal.

Baik jahe biasa maupun jahe merah untuk peluang ekspor ke Maroko. "Kami ingin membawa jahe segar ke sana. Ini peluang besar untuk Madiun," pungkas Lita. (err/den)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #ngegong #wisatawan #desa wisata #maroko