Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mengoptimalkan program ketahanan pangan dengan menginstruksikan seluruh pegawai untuk menanam bibit tanaman.
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 539/253/401.012/2025, instruksi ini wajib dilaksanakan oleh seluruh pegawai pemkot, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.
Setiap pegawai diharuskan menanam enam bibit tanaman, yang terdiri dari cabai, terong, dan tomat.
Sekda Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan instruksi Presiden untuk mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan lahan tidur.
"Wali Kota Maidi akan melakukan monitoring langsung dan berkala untuk memastikan pelaksanaan program ini," ujarnya, Selasa (29/4).
Soeko menambahkan bahwa jenis bibit yang harus ditanam tidak sembarangan.
Pemkot memilih cabai, terong, dan tomat karena merupakan komoditas yang sering memengaruhi tingkat inflasi di Kota Madiun.
"Cabai, terong, dan tomat adalah bahan pangan yang sering memengaruhi inflasi dan menjadi bahan dasar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Soeko.
Selain itu, Soeko menekankan bahwa program MBG membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang memadai.
"Kami ingin mengantisipasi potensi inflasi dengan memastikan ketersediaan bahan pangan tersebut," tambahnya.
Meski Kota Madiun terbatas lahan, Soeko menyebutkan bahwa penanaman bisa dilakukan di lahan kosong kantor organisasi perangkat daerah (OPD) menggunakan polybag.
"Program ini sudah berjalan di sekolah-sekolah dan sekarang kami maksimalkan di kantor OPD atau lahan yang merupakan aset Pemkot Madiun," jelasnya.
Pemkot juga mengandalkan wali kota untuk melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan program ini.
Soeko berharap seluruh pegawai Pemkot dapat berkontribusi dan mendukung keberhasilan program ketahanan pangan ini.
"Saya yakin dan berharap semua pegawai akan melaksanakan instruksi ini dengan baik," tutupnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto