Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai menginisiasi pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
Program ini bertujuan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan kekeluargaan.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Disnaker-KUKM) Kota Madiun, Harum Kusumawati, menjelaskan bahwa setiap kecamatan ditunjuk dua kelurahan sebagai pilot project.
Di Kecamatan Manguharjo, koperasi akan didirikan di Kelurahan Manguharjo dan Nambangan Lor. Kecamatan Kartoharjo di Kelurahan Tawangrejo dan Kanigoro.
Sementara di Kecamatan Taman, masing-masing di Kelurahan Manisrejo dan Banjarejo.
’’Nah, ini sesuai potensi masing-masing kelurahan. Penetapannya juga sudah dilakukan oleh Wali Kota Madiun,’’ ujar Harum, kemarin (5/5).
Dia mengatakan, tahapan pendirian koperasi dimulai dari musyawarah tingkat kelurahan.
Kemudian, dilanjutkan rapat pendirian koperasi, penyerahan dokumen ke notaris, pengunggahan data ke sistem administrasi badan hukum, hingga pengesahan Surat Keputusan koperasi.
’’Jika semua tahapan rampung, rencananya akan di-launching langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional,’’ jelas Harum.
Saat ini, beberapa kelurahan masih dalam tahap musyawarah, sementara sebagian lainnya sudah masuk tahap rapat pendirian.
Setiap koperasi terdiri dari sembilan orang anggota pendiri.
Jika pilot project ini sukses, maka model koperasi serupa akan diterapkan di seluruh kelurahan di Kota Madiun.
Menurut Harum, Koperasi Merah Putih tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam.
Tapi, juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis sesuai potensi wilayah.
’’Prinsipnya, koperasi ini harus menggali dan mengoptimalkan potensi dari masing-masing kelurahan,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto