Jawa Pos Radar Madiun – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun tahun ini sedikit berbeda.
Jika biasanya dilakukan di Wisma Haji, kali ini dipindah ke halaman Masjid Agung Baitul Hakim atau barat Alun-Alun Kota Madiun.
Hal itu lantaran Wisma Haji masih digunakan untuk pelaksanaan seleksi PPPK.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, M Zainut Tamam, menyebut persiapan teknis pemberangkatan sudah final. Bahkan, manasik juga telah rampung.
’’Kami undang semua petugas kloter, pembimbing KBIH, perawat, PHD, ketua regu, dan ketua rombongan untuk finalisasi teknis dan koordinasi,’’ ujar Zainut, Rabu (7/5).
Pihaknya menyampaikan bahwa pengumpulan koper dilakukan 15 Mei pagi di Kantor Kemenag.
Kemudian, pada 16 Mei pukul 15.00, jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
’’Diperkirakan sampai di asrama pukul 20.15. Salat Ashar dilaksanakan di Masjid Agung sebelum pelepasan oleh wali kota,’’ imbuhnya.
CJH Kota Madiun tergabung dalam Kloter 52, berjumlah total 178 orang. Rinciannya, 172 CJH, dua PHD, satu pembimbing KBIH, satu pembimbing kloter, serta dua tenaga kesehatan.
’’Ini sudah termasuk cadangan yang dipastikan berangkat,’’ jelas Zainut.
Sementara itu, daftar tunggu haji Kota Madiun saat ini mencapai 35 tahun.
Bahkan, usia minimal pendaftar saat ini ditetapkan mulai 12 tahun. Namun, daftar tunggu bisa berubah seiring adanya penambahan kuota atau pembatalan porsi.
’’Jika ada yang meninggal, porsinya bisa diwariskan ke keluarga seperti anak atau orang tua,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto