Jawa Pos Radar Madiun - Umat Buddha Kota Madiun memperingati Hari Raya Waisak 2569 BE dengan penuh kekhidmatan di Cetiya Giri Bhanda Sukhawati, Senin (12/5).
Prosesi puja bakti dipimpin Pandita Muda Samar Sudhano dan dihadiri ratusan umat serta tamu undangan.
Dengan mengusung tema Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa, Samar mengajak umat menjadikan momen Waisak sebagai titik awal memperbaiki diri.
"Berbuat baik, menghindari perbuatan buruk, itulah esensi Waisak. Setahun ke depan harus lebih banyak menebar manfaat," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan sebagai dasar setiap tindakan. "Pikirkan dampaknya sebelum bertindak. Jika membawa kebaikan, teruskan," katanya.
Rangkaian ibadah Waisak meliputi pengucapan parita dalam bahasa Pali, bacaan wandana, pernyataan perlindungan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha, serta doa cinta kasih bagi semua makhluk.
Samanera Thitachando dari Malang turut hadir menyampaikan pesan tentang kamma atau karma.
Sebagai penutup, dilakukan sungkeman kepada orang tua sebagai wujud penghormatan.
Samar mengutip ajaran dalam Sigalovada Sutta yang menekankan pentingnya menghormati orang tua sebagai kewajiban spiritual.
Ia mengingatkan bahwa membunuh orang tua termasuk lima perbuatan berat yang berbuah karma neraka awiji selama 60.000 tahun.
"Saya mengajak umat Buddha untuk terus menebar kebaikan yang bermanfaat bagi diri, keluarga, dan bangsa," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto