Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang Hari Raya Waisak 2569 BE cukup mendongkrak okupansi hotel di Kota Madiun.
Namun, lonjakan cuma terjadi selama dua hari.
''Naik pada 11 dan 12 Mei. Itupun tidak penuh, sekitar 60 hingga 70 persen,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno, Selasa (13/5).
Setelah dua hari itu, okupansi kembali normal di angka 20-40 persen.
Aris menduga, hal itu dipengaruhi efisiensi anggaran dan menurunnya daya beli masyarakat.
“Jadi, banyak yang berpikir-pikir untuk liburan,” jelasnya.
Dia menyampaikan, pendapatan hotel sejak awal tahun ini juga turun 40 persen.
Kebijakan pusat yang membatasi kegiatan pemerintahan di hotel disebut-sebut sebagai biang.
“Momen libur panjang ini memang lumayan. Tapi belum mampu menutupi kerugian bulan-bulan sebelumnya,” imbuhnya.
Hotel kini menggencarkan kerja sama dengan travel agent, biro perjalanan, dan platform OTA (Online Travel Agency) seperti Traveloka dan Agoda.
Jalur itu menyumbang 20–25 persen pemasukan.
“Kami harap ada evaluasi aturan. Setidaknya diperlonggar, misalnya perjalanan dinas tetap ada tapi volumenya dikurangi 50 persen,” pungkasnya. (err/den)
Editor : Mizan Ahsani