Jawa Pos Radar Madiun – Skema penerimaan siswa baru jenjang SMP di Kota Madiun tahun ini mengalami perubahan.
Dinas Pendidikan (Dindik) setempat menerapkan tes terstandar berbasis digital khusus untuk jalur prestasi rapor.
Kepala Dindik Kota Madiun, Lismawati, menjelaskan bahwa komposisi penilaian jalur ini terdiri dari 70 persen hasil tes dan 30 persen nilai rapor.
“Nilai rapor dari satu sekolah bisa berbeda kualitasnya, jadi tes ini penting sebagai bentuk penyetaraan,” tegasnya, Kamis (15/5).
Tes terstandar itu dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni mendatang. Pesertanya khusus siswa SD yang memilih jalur prestasi rapor untuk masuk SMP negeri.
Soal-soalnya akan mencakup materi umum sekolah dasar, tanpa Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Jumlah soal masih dirahasiakan. Tapi sistemnya digital. Siswa akan mengerjakan lewat perangkat chromebook yang disiapkan Dindik,” terang Lismawati.
Hasil tes dapat langsung diketahui setelah ujian selesai.
SPMB jenjang SMP tahun ini digelar dalam tiga tahap. Jalur kuota khusus dibuka lebih dulu pada 16–17 Juni di 16 SMPN.
Selanjutnya, 23–25 Juni untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sementara jalur domisili dijadwalkan pada 26–28 Juni.
Pendaftaran dibuka mulai 15 Mei melalui laman resmi Dindik Kota Madiun. Namun hingga kini, belum ada pendaftar untuk jalur prestasi rapor.
“Masih menunggu. Kami belum bisa pastikan jumlahnya,” tambahnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto