Jawa Pos Radar Madiun – Suasana haru menyelimuti Masjid Agung Baitul Hakim, Jumat (16/5), saat 152 calon jemaah haji (CJH) kloter 52 Kota Madiun resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Lantunan talbiyah menggema setelah azan Asar dikumandangkan, disusul jabatan tangan hangat dari Wali Kota Maidi kepada para jemaah.
Maidi secara simbolis melepas keberangkatan jemaah dengan mengangkat bendera. Empat bus kemudian membawa para tamu Allah menuju Surabaya.
Pemberangkatan itu turut disaksikan wakil wali kota, sekda, Ketua PKK, Forkopimda, kepala OPD, organisasi masyarakat, dan keluarga jemaah.
Maidi menyampaikan bahwa pemberangkatan jemaah haji Kota Madiun dibagi dalam tiga kloter, menyesuaikan regulasi One Kloter One Syarikah dari Pemerintah Arab Saudi.
"Pembagian ini untuk ketertiban dan kemudahan koordinasi selama pelaksanaan ibadah haji," jelasnya.
Ia juga berharap seluruh jemaah dapat beribadah dengan khusyuk dan fokus.
Bahkan, Maidi mengaku rutin menyisir rumah-rumah jemaah setiap Selasa dan Jumat untuk mendoakan kelancaran ibadah mereka.
“Insya Allah, setiap malam Jumat kami juga doakan dari rumah dinas maupun masjid,” tambahnya.
Kloter 52 dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sukolilo pukul 20.15, lalu terbang ke Jeddah pada Jumat (17/5) malam dan menginap di Diamond Tower Hotel.
Rombongan akan kembali ke Tanah Air pada 27 Juni pukul 13.50 WIB.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Madiun, Muhammad Anshori, menyampaikan bahwa puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 6 Juni, bertepatan dengan hari Jumat.
“Wukuf adalah inti dari ibadah haji. Dan jika dilakukan pada hari Jumat, itu disebut haji akbar, pahalanya setara 70 kali haji biasa,” terang Anshori.
Ia mengingatkan jemaah, terutama lansia, untuk mewaspadai suhu ekstrem di Tanah Suci yang bisa mencapai 42 derajat Celsius.
“Jemaah sepuh sebaiknya cukup salat di hotel jika tidak kuat. Jangan memaksakan diri,” imbaunya.
Namun, lanjut Anshori, jemaah tetap diperbolehkan ke Masjidil Haram dengan syarat harus didampingi.
Seluruh jemaah Kota Madiun dari kloter 46, 52, dan 55 akan tinggal di wilayah Misfalah.
Ia berharap KBIH dari Madiun dapat berkoordinasi dan saling mendampingi agar ibadah berjalan lancar dan penuh kebersamaan. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto