Jawa Pos Radar Madiun – Fasilitas kamar mandi sekolah menjadi sorotan usai Presiden Prabowo menekankan pentingnya kelayakan sarana pendidikan, terutama sanitasi.
Pemerintah Kota Madiun langsung merespons. Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dindik) menggelontorkan dana sebesar Rp 3,4 miliar untuk merehabilitasi fasilitas kamar mandi yang tidak layak.
“Sarana untuk anak tidak boleh rusak. Yang tidak baik harus segera diperbaiki, terutama kamar mandinya,” tegas Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati, Minggu (18/5).
Dindik telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi kamar mandi di seluruh SD dan SMP.
Hasilnya, ditemukan 43 sekolah belum memiliki fasilitas kamar mandi yang memadai.
“Sudah kami data dan pastikan kondisinya. Minggu depan rehabilitasi akan dimulai,” jelas Lismawati.
Menurutnya, percepatan perbaikan ini penting agar siswa bisa segera menggunakan fasilitas yang layak.
Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman menjadi pendukung utama dalam menciptakan kualitas belajar yang optimal.
“Pekerjaan akan dimulai serentak minggu depan. Harapannya, sekolah bisa lebih sehat dan mendukung pembelajaran yang bermutu,” imbuhnya.
Rehabilitasi kamar mandi ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Madiun dalam memperkuat pelayanan pendidikan.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga sehat,” pungkas Lismawati. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto