Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kisah Zafa dan Kiki, Gadis Tunarungu Asal Madiun yang Ajarkan Bahasa Isyarat kepada Pengunjung CFD Bantaran

Erlita H • Senin, 19 Mei 2025 | 16:00 WIB
Lapak Bahasa Isyarat di CFD Madiun, cara Zafa dan Kiki satukan dunia tunarungu dan masyarakat umum. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Lapak Bahasa Isyarat di CFD Madiun, cara Zafa dan Kiki satukan dunia tunarungu dan masyarakat umum. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Suara riuh car free day (CFD) Taman Bantaran, Minggu pagi (18/5), kontras dengan sudut lapak yang begitu hening.

Di sanalah Putri Zafa dan Rizki Setyawati – dua perempuan tunarungu – menggelar lapak belajar bahasa isyarat.

Sebuah usaha kecil, tapi punya makna besar: menjembatani komunikasi antara penyandang disabilitas rungu dan masyarakat umum.

Didampingi Roisyah sebagai penerjemah, Zafa dan Kiki –sapaan Rizki– menyapa pengunjung CFD yang penasaran.

Mereka mempraktikkan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) lewat gerakan tangan perlahan.

Abjad demi abjad, kata demi kata, dipraktikkan dengan penuh semangat.

’’Ini demi impian terbesar mereka: bisa berkomunikasi dengan lebih banyak orang,’’ ujar Roisyah.

Lapak sederhana itu digelar di atas tikar dengan papan alfabet A-Z.

Meski antusiasme pengunjung belum besar, mereka tetap konsisten hadir.

"Minggu lalu baru lima orang yang datang, kebanyakan teman-teman tunarungu juga," imbuh Roisyah.

Zafa bukan sosok sembarangan. Dia baru saja lulus dari Universitas Surabaya jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) pada Februari 2025, dan kini mengajar di salah satu SLB di Madiun.

Sementara Kiki aktif mendampingi kegiatan Gerkatin Kota Madiun.

Keduanya kini rutin membuka lapak setiap Minggu pagi pukul 06.00–10.00 WIB di kawasan CFD Bantaran, meski lokasinya masih berpindah-pindah di sekitar taman.

Lewat lapak itu, mereka ingin menepis anggapan bahwa tunarungu adalah komunitas yang terpisah dari masyarakat.

Sebaliknya, mereka ingin dilibatkan, dikenali, dan diajak berbicara – dalam bahasa yang mereka pahami.

’’Kami ingin Madiun jadi kota yang ramah tunarungu,’’ harap Roisyah menyampaikan pesan Zafa dan Kiki. (err/den)

Editor : Hengky Ristanto
#bahasa isyarat #kota madiun #kiki #cfd #tunarungu #Bisindo #Zafa