Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anomali Cuaca di Madiun, BPBD Siaga 24 Jam Meski Sudah Masuk Musim Kemarau

Erlita H • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:55 WIB
Potensi turunnya hujan masih terjadi di beberapa wilayah kendati tidak merata. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Potensi turunnya hujan masih terjadi di beberapa wilayah kendati tidak merata. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau telah ditetapkan sejak awal Mei, namun Kota Madiun masih diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini disebut sebagai anomali cuaca oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariadi menjelaskan, pancaroba masih terasa akibat cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

’’Secara resmi Mei adalah musim kemarau, tapi cuaca tidak bersahabat. Masih sering turun hujan, bahkan disertai angin dan petir,’’ jelasnya, Senin (19/5).

Meski begitu, Bambang memastikan sistem drainase di Kota Madiun masih cukup andal.

Genangan air yang terjadi pascahujan lebat langsung surut dalam waktu kurang dari satu jam.

’’Tidak ada banjir besar. Hanya genangan sesaat saja,’’ tambahnya.

Beberapa kawasan rawan seperti Bok Malang dan timur kota juga disebut masih aman.

Pasalnya, aliran air dari wilayah atas seperti Kabupaten Madiun belum menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan.

’’Kami tetap siaga 24 jam untuk kondisi darurat,’’ ujar Bambang.

Sebagai antisipasi, BPBD telah menyiapkan tim reaksi cepat beserta peralatan seperti perahu karet, pompa air, dan alat evakuasi.

Warga pun diimbau menjaga kebersihan saluran air dan memangkas pohon yang rawan tumbang.

’’Kalau ada pohon tua lebih baik ditebang. Saluran air juga harus bersih agar tidak tersumbat,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bpbd #kota madiun #hujan #anomali cuaca #musim kemarau