Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

28 SMPN di Madiun Jalani Penilaian Sekolah Peduli Inflasi, Apa Saja Kriteria yang Diteliti Para Juri?

Erlita H • Selasa, 20 Mei 2025 | 17:25 WIB
HARI PERTAMA: Tim Juri SPI dari Uniska Kediri dan DKPP melakukan penilaian di MTsN Kota Madiun, Senin 19 Mei 2025.
HARI PERTAMA: Tim Juri SPI dari Uniska Kediri dan DKPP melakukan penilaian di MTsN Kota Madiun, Senin 19 Mei 2025.

Jawa Pos Radar Madiun – Penilaian lomba Sekolah Peduli Inflasi (SPI) resmi dimulai.

Tim juri dari Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengunjungi total 28 sekolah di Kota Madiun. Penilaian ini berlangsung selama empat hari ke depan, dimulai kemarin (19/5).

Pada hari pertama, terdapat tujuh sekolah yang dinilai. Salah satunya MTs Al Mujaddadiyah Madiun.

Dalam lomba ini, siswa diminta mengenal jenis-jenis tanaman penyumbang inflasi, seperti cabai rawit, cabai besar, dan tomat.

’’Harapannya, siswa bisa menanam dan merawat tanaman sendiri di rumah maupun sekolah,’’ ujar juri Uniska, Titik Irawati.

Penilaian SPI mengacu pada lima kriteria, yakni proses, progres, kreativitas, pendukung, dan output.

Untuk kriteria output, baru akan dinilai di hari terakhir karena tanaman masih dalam tahap pertumbuhan.

Kepala MTs-MA Al Mujaddadiyah Imam Y Syafi’i menyambut baik program ini.

Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program penghijauan sekolah yang telah dirancang sebelumnya.

’’Alhamdulillah, dari program SPI ini kami menanam cabai dan tomat,’’ ujarnya.

Menurut Imam, pihak sekolah bersama guru dan siswa bergotong royong menanam di lokasi seadanya.

Baca Juga: Yamaha Mio M3 Tampil Lebih Kekinian dengan 4 Warna Baru Sporty, Harga Start dari Rp 19 Jutaan!

Meski ada keterbatasan sinar matahari, lokasi tersebut dipilih karena lebih aman dan mudah perawatannya.

Total terdapat sekitar 200 bibit cabai dan tomat yang ditanam. Beberapa bibit sempat rusak, namun telah diganti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat.

’’Perawatan dilakukan oleh siswa dan guru, dibantu penjaga madrasah. Kami atur jadwal piket harian untuk perawatan, dan ada laporan berkala dari siswa,’’ pungkasnya. (ril/her/prog)

Editor : Mizan Ahsani
#SMPN #madiun #Sekolah Peduli Inflasi #penilaian