Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi Suroan-Suran Agung sudah semakin dekat.
Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kegiatan itu jadi atensi serius.
Termasuk skema pengamanan hingga Maklumat Suro Damai dimatangkan.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menyebut, jajarannya telah melakukan deteksi dini serta menyusun kerangka pengamanan kegiatan Suroan dan Suran Agung.
Termasuk strategi penyekatan di sejumlah titik pintu masuk Kota Madiun.
Juga pengaturan mobilisasi warga yang mengikuti kegiatan.
’’Saat ini masih dalam tahap penyiapan. Konsep pengamanan sudah kami susun,’’ ujarnya, kemarin (21/5).
Selain itu, Wiwin menambahkan ada 15 poin maklumat yang mesti dipatuhi seluruh pihak saat digelarnya Suroan dan Suran Agung.
’’Maklumat ini hasil kesepakatan bersama antara pemda, perguruan silat, dan stakeholder lainnya,’’ jelasnya.
Pihaknya turut mengapresiasi salah satu perguruan yang melarang anggotanya melakukan konvoi selama peringatan Suroan.
Menurutnya, langkah itu positif dan patut dicontoh.
’’Itu bagus. Kami dukung sepenuhnya. Semoga bisa ditaati semua pihak,’’ harap Wiwin.
Dia juga mengimbau peserta kegiatan untuk mengutamakan aspek keamanan.
Termasuk tidak mengenakan atribut atau simbol perguruan silat saat mobilisasi.
Tujuannya, mencegah potensi gesekan dan menjaga kondusivitas wilayah.
’’Bulan Suro ini bulan yang baik. Jadi, mari maknai dengan kegiatan yang baik pula,’’ tutur Wiwin.
Wiwin berharap seluruh elemen masyarakat saling menjaga ketenangan dan keutuhan Kota Madiun.
Menolak segala bentuk provokasi dari oknum yang ingin memicu keributan.
’’Mari kita ciptakan Suroan dan Suran Agung yang aman dan damai,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto