Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen meningkatkan mutu pendidikan terus digaungkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim. Salah satunya melalui program East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025.
Program hasil kolaborasi Dispendik, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Jawa Pos itu dirancang sebagai ajang kompetisi inovasi terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Mulai dari SMA, SMK, SLB, sekretariat, bidang, UPT hingga cabang dinas wilayah ikut terlibat aktif menciptakan karya inovatif yang berdampak nyata di lingkungan belajar masing-masing.
Tak tanggung-tanggung, ribuan karya tulis inovatif telah masuk ke meja panitia.
Berdasarkan data terakhir, tercatat 53 karya dari Pacitan, 1.158 dari Ponorogo, dan 542 dari Madiun.
Dari setiap wilayah, akan dipilih sepuluh karya terbaik untuk melaju ke tingkat provinsi.
Penilaian dilakukan secara objektif oleh akademisi dari kampus ternama, didukung penuh oleh Jawa Pos Radar Madiun sebagai tim juri independen.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim wilayah Pacitan–Trenggalek, Indiyah Nurhayati, menyebut EJIES sebagai wadah tepat untuk menggali potensi dan menumbuhkan pendidik cerdas.
’’Ajang ini mendorong guru dan tenaga kependidikan terus berinovasi demi kemajuan pendidikan,’’ ujarnya.
Hal senada disampaikan Plh Kepala Cabdindik wilayah Madiun–Ngawi, Hidayat Rahman. Menurutnya, EJIES adalah wujud konkret dalam membangun pendidikan berkualitas.
’’Program ini memotivasi semua elemen untuk tidak hanya mengajar, tapi juga berinovasi dengan dampak nyata,’’ terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Cabdindik wilayah Ponorogo–Magetan, Adi Prayitno juga mengapresiasi antusiasme para guru, kepala sekolah, dan pengawas di wilayahnya.
’’Partisipasi mereka menunjukkan semangat tinggi untuk berkarya dan membawa perubahan positif, khususnya bagi siswa,’’ tandasnya. (chi/her)
Editor : Mizan Ahsani