Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun terus menunjukkan tren positif pascapandemi Covid-19.
Dalam paparan pertengahan tahun 2025, Wali Kota Maidi optimistis mampu mengejar capaian pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya.
Maidi menyampaikan, laju pertumbuhan ekonomi sempat anjlok tajam pada 2020 hingga minus 5,34 persen akibat pandemi.
Namun, sejak 2021 grafiknya kembali menanjak: 4,79 persen (2021), 5,52 persen (2022), 5,80 persen (2023), dan 5,73 persen (2024).
“2023 kami tertinggi di Jawa Timur, 2024 posisi dua setelah Surabaya. Target kami tahun ini mengejar Surabaya,” ujar Maidi saat menyampaikan paparan di Sun City, kemarin (27/5).
Ia menjelaskan, salah satu strategi pada masa pandemi adalah menginstruksikan seluruh ASN dan pegawai untuk belanja kebutuhan pokok di pasar lokal melalui platform digital.
Tujuannya agar uang berputar di Kota Madiun.
Selain itu, Maidi mengaku terinspirasi dari kota Las Vegas, AS.
Meski tanpa sumber daya alam, kota tersebut mampu bertahan lewat sektor hiburan dan pariwisata.
Konsep serupa coba ia terapkan di Madiun.
“Kami lihat pertumbuhan ekonomi di sana (Las Vegas, Red) luar biasa. Kami ingin tiru konsepnya,” katanya.
Baca Juga: THD Kota Madiun Sarankan CJH Lansia Beribadah di Hotel, Demi Hemat Tenaga sebelum Puncak Haji
Pemerintah Kota Madiun juga tengah mengembangkan kawasan wisata, termasuk wisata jeep dan festival dangdut yang akan digelar dalam waktu dekat.
Event-event ini diharapkan menarik kunjungan wisatawan dan investasi.
Selain itu, ada kerja sama dengan konsulat India terkait pembangunan replika Taj Mahal serta kerjasama sektor pendidikan dan pertanian dengan India dan Arab Saudi.
Terkait pengembangan Alun-Alun Pahlawan, akan dipasang lima videotron dan penyempurnaan replika Ka'bah, termasuk penataan saluran air dan akses pejalan kaki.
Lokasi UMKM juga akan ditata lebih representatif.
“Semua UMKM nanti tidak lagi di tenda. Kami siapkan tempat yang layak,” pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto